DUHRI, ASDIANA ANUGRAH (2026) ANALISIS RANTAI NILAI BERAS DI KABUPATEN WAJO = VALUE CHAIN ANALYSIS OF RICE IN WAJO REGENCY. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
P042232002-UvmIrc6XqkDnQlh0-20260220133005.jpg
Download (432kB) | Preview
P042232002-1-2.pdf
Download (794kB)
P042232002-dp.pdf
Download (222kB)
P042232002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 January 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Beras merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Kabupaten Wajo sebagai salah satu sentra produksi padi utama di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki kontribusi besar terhadap pasokan beras regional, namun kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini mengindikasikan adanya permasalahan struktural dalam rantai nilai beras, khususnya terkait efisiensi sistem distribusi dan pemerataan nilai ekonomi antar pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan kinerja rantai nilai beras di Kabupaten Wajo yang meliputi peran aktor, aliran produk, harga, dan informasi, distribusi nilai ekonomi, serta mengidentifikasi akar permasalahan sebagai dasar perumusan strategi kebijakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap pelaku utama rantai nilai beras, yaitu petani, pedagang pengumpul, penggilingan padi, pedagang grosir, dan pedagang pengecer. Analisis data dilakukan melalui pemetaan rantai nilai, analisis margin pemasaran, analisis nilai tambah metode Hayami, serta analisis fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggilingan padi merupakan aktor dengan nilai tambah terbesar dalam rantai nilai beras, sementara pedagang pengecer memperoleh keuntungan paling besar, dan petani sebagai pelaku hulu menerima bagian nilai ekonomi paling kecil. Analisis fishbone menunjukkan bahwa permasalahan utama rantai nilai beras di Kabupaten Wajo disebabkan oleh faktor Man, yaitu posisi tawar petani yang lemah dan dominasi aktor tengah; Method, berupa penjualan gabah segera setelah panen, alur distribusi yang panjang, dan transaksi tanpa kontrak formal; Machine, yaitu keterbatasan fasilitas dan teknologi pascapanen; Material, berupa kualitas gabah yang belum terstandarisasi dan keterbatasan informasi pasar; serta Measurement, yaitu penentuan harga gabah yang bersifat sepihak dan rendahnya transparansi harga. Berdasarkan temuan tersebut, strategi kebijakan yang direkomendasikan meliputi penguatan kelembagaan petani, peningkatan adopsi teknologi pascapanen, perbaikan sistem distribusi dan kemitraan usaha, peningkatan standar mutu gabah, serta perbaikan sistem pengukuran dan transparansi harga. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan pemerataan nilai ekonomi dalam rantai nilai beras di Kabupaten Wajo.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : beras, Kabupaten wajo, nilai tambah, rantai nila |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Agribisnis |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 05 May 2026 06:51 |
| Last Modified: | 05 May 2026 06:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55697 |
