DIVERSIFIKASI PRODUK COOKIES FUNGSIONAL MENGGUNAKAN TEPUNG KUNING TELUR MELALUI PENAMBAHAN GULA DAN BAHAN PENGISI YANG BERBEDA = DIVERSIFICATION OF FUNCTIONAL COOKIES PRODUCT USING EGG YOLK FLOUR THROUGH THE ADDITION OF SUGAR AND DIFFERENT FILLER INGREDIENTS


MANSUR, INAS NABILAH APRIANA (2025) DIVERSIFIKASI PRODUK COOKIES FUNGSIONAL MENGGUNAKAN TEPUNG KUNING TELUR MELALUI PENAMBAHAN GULA DAN BAHAN PENGISI YANG BERBEDA = DIVERSIFICATION OF FUNCTIONAL COOKIES PRODUCT USING EGG YOLK FLOUR THROUGH THE ADDITION OF SUGAR AND DIFFERENT FILLER INGREDIENTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
I012232014-OKGasY3WvRUHe97B-20260122124012.jpeg

Download (153kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
I012232014-1-2.pdf

Download (409kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
I012232014-dp.pdf

Download (235kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
I012232014-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 October 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penggunaan tepung kuning telur dalam pengolahan cookies fungsional dapat mengatasi berbagai masalah yang muncul saat menggunakan telur segar. Tepung kuning telur lebih stabil, tidak mudah rusak, serta memudahkan penyimpanan dan pengiriman. Selain itu, penggunaannya dapat membantu menghindari fluktuasi harga telur yang sewaktu-waktu meningkat. Substitusi bahan pengisi dan pemanis juga diharapkan mampu mengurangi kandungan gluten dan glukosa tanpa menurunkan mutu organoleptik cookies. Diversifikasi produk dilakukan dalam dua tahap. Tahap I berfokus pada substitusi kuning telur segar dengan tepung kuning telur menggunakan Rancangan Acak Lengkap untuk mengukur kualitas sensorik yang berupa aroma, kesukaan, dan kerenyahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi 100% tepung kuning telur secara nyata meningkatkan kerenyahan (P<0,05) tanpa memengaruhi aroma dan tingkat kesukaan panelis (P>0,05). Formula terbaik dari tahap I digunakan pada tahap II yang mencakup substitusi bahan pengisi dan pemanis. Pada tahap ini, tepung terigu disubstitusi dengan tepung sagu yang rendah gluten, sedangkan gula tebu disubstitusi dengan stevia yang tidak mengandung glukosa. Penelitian tahap II menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial untuk mengukur fisikokimia yang meliputi nilai aroma, citarasa manis, kerapuhan, citarasa enak, dan kandungan gluten. Hasilnya menunjukkan bahwa substitusi bahan pengisi dan pemanis berpengaruh nyata terhadap citarasa manis, kerapuhan, dan citarasa enak (P<0,05), tetapi tidak memengaruhi aroma (P>0,05). Tepung sagu berhasil menurunkan kandungan gluten secara signifikan, sementara stevia meskipun memberikan tingkat kemanisan tinggi, namun menimbulkan aftertaste pahit yang menurunkan penilaian citarasa enak. Secara keseluruhan, formulasi cookies berbasis tepung kuning telur, tepung sagu, dan stevia berpotensi besar dikembangkan sebagai produk pangan sehat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Cookies, tepung kuning telur, kandungan gluten, tepung sagu, stevia
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Ilmu dan Teknologi Peternakan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 05 May 2026 00:28
Last Modified: 05 May 2026 00:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55658

Actions (login required)

View Item
View Item