VINDAYANI, VINDAYANI (2026) REVITALISASI BENTENG KERATON WOLIO (KESULTANAN BUTON) DENGAN ARSITEKTUR INFILL UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN DI BAUBAU SULAWESI TENGGARA = ". Revitalization Of Keraton Wolio Fort (Buton Sultanate) With Infill Architecture For Sustainable Tourism In Baubau Southeast Sulawesi ". Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
P022232002-GZ0COT1Y9VqUcne8-20260310021054.jpg
Download (250kB) | Preview
P022232002-1-2.pdf
Download (2MB)
P022232002-dp.pdf
Download (120kB)
P022232002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 January 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Vindayani: Revitalisasi Benteng Keraton Wolio (Kesultanan Buton) Menggunakan Arsitektur Infill untuk Pariwisata Berkelanjutan di Baubau, Sulawesi Tenggara. (Pembimbing: Yadi Mulyadi dan Supriadi) Latar Belakang Benteng Keraton Wolio, salah satu benteng terbesar di dunia, menghadapi tantangan signifikan di era moderen. Tekanan urbanisasi, alih fungsi lahan, degradasi lingkungan, dan minimnya keterlibatan masyarakat telah menciptakan urgensi serius untuk pelestarian oleh pemerintah, sebuah masalah yang menuntut perhatian segera. Tujuan Penelitian ini mengkaji adaptasi arsitektur infill sebagai strategi desain untuk menyelaraskan kebutuhan fungsional kontemporer dengan pelestarian integritas historis. Pendekatan ini menekankan harmoni kontekstual dalam skala, materialitas, dan tipologi,memastikan bahwa struktur baru seperti fasilitas pengunjung, pusat interpretasi budaya, dan ruang komunal diposisikan di area yang tersisa atau kurang dimanfaatkan tanpa mengorbankan keaslian benteng asli9. Metode Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, metode studi kasus, dan observasi lapangan, penelitian ini menganalisis karakteristik spasial, tipologi bangunan, dan pola intervensi. Temuan penelitian menunjukkan tiga luaran utama: (1) pengembangan bentuk kontekstual yang mempertahankan harmoni visual dengan arsitektur asli, (2) penyesuaian fungsi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa merusak struktur historis, dan (3) peningkatan partisipasi masyarakat sebagai pelaku konservasi melalui pemanfaatan bangunan pengisi untuk kegiatan ekonomi, budaya, dan pariwisata.Kesimpulan.Desain yang dihasilkan berhasil memadukan pelestarian warisan budaya dengan pembangunan daerah berkelanjutan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara arsitektur pengisi yang responsif terhadap konteks dan partisipasi masyarakat yang kuat secara efektif meningkatkan daya tarik wisata benteng sekaligus mempertahankan signifikansi historis, sosial, dan budayanya bagi generasi mendatang.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Revitalisasi, Benteng Keraton Wolio, Arsitektur Pengisi, Desain Partisipatif, Masyarakat Lokal, Pariwisata Berkelanjutan |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 04 May 2026 07:09 |
| Last Modified: | 04 May 2026 07:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55650 |
