HIKMAHWATI, HIKMAHWATI (2026) ANALISIS METAGENOMIK DAN METABOLOMIK CENDAWAN RIZOSFER JAGUNG SERTA POTENSINYA SEBAGAI AGEN BIOKONTROL PENYAKIT BULAI = METAGENOMIC AND METABOLOMIC ANALYSIS OF MAIZE RHIZOSPHERE FUNGI AND THEIR POTENTIAL AS BIOCONTROL AGENTS OF DOWNY MILDEW. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
P013211023-QqdDERNuT1MLVsZe-20260223183334.jpg
Download (415kB) | Preview
P013211023-1-2.pdf
Download (2MB)
P013211023-dp.pdf
Download (368kB)
P013211023-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 February 2028.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Penyakit bulai (downy mildew) merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman jagung (Zea mays L.) yang disebabkan oleh Oomycetes obligat dari genus Peronosclerospora. Infeksi penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 100%. Pola monokultur dan polikultur memiliki perbedaan keragaman tanaman, sehingga diduga menimbulkan keragaman mikroba potensial pada area rizosfer. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui kelimpahan dan keragaman cendawan rizosfer pertanaman jagung pada monokultur dan polikultur melalui pendekatan metagenomik, (ii) mendapatkan cendawan rizosfer potensial sebagai biokontrol dan biostimulan pada tanaman jagung, dan (iii) mengetahui profil metabolomik dari cendawan potensial. Metode. Analisis metagenomik menggunakan next-generation sequencing (NGS) dan pembuatan profil menggunakan primer internal transcribed spacer (ITS). Isolasi cendawan rizosfer pada media PDA, identifikasi secara morfologi dan molekuler, pengujian potensi biokontrol dan biostimulan secara in vitro dan in vivo, uji metabolomik menggunakan analisis gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Hasil. Kelimpahan cendawan rizosfer pada sistem polikultur lebih tinggi dibandingkan pada sistem monokultur. Terdapat 3 isolat terbaik yang berpotensi sebagai biokontrol dan biostimulan, yaitu Trichoderma asperellum HJP1.11; Aspergillus terreus HJM2.2 dan Penicillium raperi HJP1.5. Analisis GC–MS mengidentifikasi bahwa senyawa bioaktif cendawan rizosfer didominasi oleh asam lemak yang memiliki aktivitas antimikroba dan menginduksi ketahanan sistemik tanaman. Kesimpulan. Keragaman cendawan pada areal rizosfer dipengaruhi oleh keragaman tanaman di atasnya, sehingga konservasi melalui pola tanam polikultur akan meningkatkan kestabilan ekosistem dan ketahanan tanaman. Peran cendawan rizosfer sebagai biokontrol dan biostimulan dapat dibuktikan. Analisis GC–MS terhadap ekstrak n-heksana menunjukkan bahwa profil metabolit sekunder didominasi oleh asam lemak dan turunannya, sehingga cendawan rizosfer dapat dijadikan sebagai agen potensial. Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan sistem produksi jagung.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Beberapa bagian telah dipublikasi pada jurnal internasional |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Keteknikan Pertanian |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 04 May 2026 05:46 |
| Last Modified: | 04 May 2026 05:46 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55639 |
