ADDI, ADDI (2026) MEKANISME DAN INTERAKSI CENDAWAN ANTAGONIS RHIZOSFER BAWANG MERAH DAN EKSTRAK TANAMAN DALAM MENEKAN PERKEMBANGAN FUSARIUM OXYSPORUM DAN SPODOPTERA EXIGUA PADA BAWANG MERAH = MECHANISM AND INTERACTIONS OF ANTAGONISTIC SHALLOT RHIZOSPHERE FUNGI AND PLANT EXTRACTS IN SUPPRESSING THE DEVELOPMENT OF FUSARIUM OXYSPORUM AND SPODOPTERA EXIGUA IN RED ONION. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
P013201007-7pPFLSeMCDfH5hbi-20260303134255.jpeg
Download (369kB) | Preview
P013201007-1-2.pdf
Download (3MB)
P013201007-dp.pdf
Download (233kB)
P013201007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 February 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK ADDI. Mekanisme dan Interaksi Cendawan Antagonis Rhizosfer Bawang Merah dan Ekstrak Tanaman Dalam Menekan Perkembangan Fusarium Oxysporum dan Spodoptera exigua Pada Bawang Merah (Dibimbing Oleh Sylvia Sjam, Ade Rosmana Dan Sulaeha). Latar Belakang. Hama dan penyakit merupakan faktor pembatas utama dalam budidaya bawang merah (Allium cepa L.), serangan ulat bawang (S. exigua) dan penyakit busuk pangkal yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Pengendalian yang didominasi oleh pestisida kimia sintetis berdampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, serta keberlanjutan agroekosistem. Dengan demikian, diperlukan strategi pengendalian alternatif yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan agen hayati dan bahan alami. Tujuan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi potensi cendawan antagonis yang berasal dari asal rhizosfer bawang merah dan ekstrak tanaman yang dikombinasikan dengan bahan organik dalam mengendalikan S. exigua dan F.oxysporum. Metode. Penelitian dilaksanakan melalui empat tahapan: (1) isolasi, identifikasi, dan uji antagonis cendawan rhizosfer terhadap F. oxysporum serta uji daya hambat ekstrak tanaman secara in vitro; (2) analisis sinergitas antara ekstrak tanaman dan cendawan antagonis dalam menekan intensitas serangan hama dan penyakit bawang merah; (3) uji aplikasi ekstrak tanaman yang dikombinasikan dengan mulsa jerami padi terhadap S.exigua di lapangan; dan (4) evaluasi kombinasi kompos dengan cendawan antagonis Trichoderma asperellum dan Aspergillus flavus dalam pengendalian penyakit busuk pangkal bawang merah. Hasil. Penelitian menunjukkan dari rhizosfer bawang merah berhasil diisolasi beberapa cendawan antagonis, yaitu Aspergillus niger, A. flavus, Aspergillus fumigatus, dan Gliocladium sp. Uji antagonis secara in vitro memperlihatkan bahwa A. niger dan A.flavus memiliki daya hambat tertinggi terhadap pertumbuhan F.oxysporum. Ekstrak daun tanaman Biduri (Calotropis gigantea L. ) dan buah tanaman Maja (Crescentia cujete L.) yang diformulasikan sebagai MacBio mampu menghambat perkembangan patogen secara signifikan pada pengujian laboratorium. Aplikasi terpadu kompos, MacBio, cendawan antagonis A. flavus, dan mulsa jerami padi secara nyata menurunkan jumlah kelompok telur, populasi larva, serta intensitas serangan S.exigua. Perlakuan tersebut juga menekan kejadian penyakit busuk pangkal dan bercak ungu disebabkan oleh Alternaria porri. Selain itu, kombinasi ekstrak tanaman dan mulsa jerami padi meningkatkan keberadaan musuh alami pada pertanaman bawang merah. Kesimpulan Aplikasi kompos yang dikombinasikan dengan T.asperellum dan A.flavus terbukti efektif menurunkan intensitas penyakit busuk pangkal bawang merah akibat F.Oxysporum. Hasil penelitian secara keseluruhan bahwa cendawan antagonis asal rhizosfer bawang merah, khusus A. flavus, berpotensi besar sebagai agen pengendali hayati hama dan penyakit bawang merah apabila diaplikasikan secara terpadu dengan ekstrak tanaman, mulsa organik jerami padi, kompos, dan cendawan menguntungkan lainnya. Pendekatan ini berpeluang dikembangkan sebagai strategi pengendalian terpadu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam sistem produksi bawang merah. Kata kunci: A. flavus; bawang merah; cendawan antagonis; ekstrak tanaman; pengendalian biologis; T. asperellum
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | A. flavus; bawang merah; cendawan antagonis; ekstrak tanaman; pengendalian biologis; T. asperellum |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 04 May 2026 05:12 |
| Last Modified: | 04 May 2026 05:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55626 |
