Rahim, Mustafa Abd (2025) PELIBATAN MULTI STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU LALONG DI KOTA LUWUK = MULTI STAKEHOLDERS INVOLVEMENT STRATEGY IN GREEN OPEN SPACE MANAGEMENT OF LUWUK CITY. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
P013191007-uQLts587o9qORdgP-20260306101412.jpg
Download (349kB) | Preview
P013191007-1-2.pdf
Download (1MB)
P013191007-dp.pdf
Download (177kB)
P013191007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 October 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
MUSTAFA ABD. RAHIM. Strategi Pelibatan Multi Stakeholder Dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Lalong Di Kota Luwuk (dibimbing oleh Rahmawaty A. Nadja, Eymal B. Demmalino, dan Novaty Eny Dungga). Latar Belakang. Pengelolaan ruang terbuka hijau di pesisir juga perlu memperhitungkan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem secara berkelanjutan, RTH pesisir dapat memberikan manfaat ekonomi melalui pariwisata ramah lingkungan, perikanan berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi RTH lalong, menganalisa peran stakeholder dalam pengelolaan RTH serta Menyusun strategi optimalisasi pelibatan stakeholder dalam pengelolaan RTH lalong. Metode. Penelitian dibagi menjadi tiga tahap, yakni : 1) karakteristik ruang terbuka hijau lalong; 2) peran stakeholder dalam pengelolaan RTH lalong; 3) strategi optimalisasi pelibatan stakeholder dalam pengelolaan RTH lalong. Hasil. RTH lalong terletak tepat di pusat kota Luwuk dengan luas Lokasi 30,247 m2, memiliki soft material berupa tanaman pepohonan, rerumputan dan tanaman hias, hard material berupa fasilitas gazebo, panggung pertunjukan, jalan setapak, lampu taman, toilet dan tempat parkir. Peran stakeholder meliputi stakeholder kunci (dinas PUPR, dinas lingkungan hidup, dinas perumahan serta Perusahaan swasta), stakeholder sekunder (akademisi, swasta), stakeholder primer (Masyarakat, civil society). Kesimpulan. Optimalisasi peran stakeholder dalam pengelolaan RTH lalong meliputi; 1) optimalisasi lahan ekologi, 2) perbaikan dan penambahan fasilitas penerangan, media promosi dan periklanan, 3) penyediaan fasilitas tong sampah organic-anorganik, 4) spot PKL bebas sampah, 5) penetapan dana alokasi khusus pengelolaan RTH, 6) penetapan dana sharing, 7) penyusunan naskah akademik pengelolaan RTH, 8) penetapan agenda rutin even, 9) penyediaan fasilitas ruang belajar dan pertemuan, 10) Sosialisasi RTRW pemukiman dan RTH, 11) kegiatan ekonomi ramah lingkungan, 12) pengawasan dan sanksi pengrusakan RTH, 13)pengusahaan tanaman tahan panas dan hujan. Kata kunci : strategi pelibatan; stakeholder; RTH lalong; kota Luwuk MUSTAFA ABD. RAHIM. Strategi Pelibatan Multi Stakeholder Dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Lalong Di Kota Luwuk (dibimbing oleh Rahmawaty A. Nadja, Eymal B. Demmalino, dan Novaty Eny Dungga). Latar Belakang. Pengelolaan ruang terbuka hijau di pesisir juga perlu memperhitungkan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem secara berkelanjutan, RTH pesisir dapat memberikan manfaat ekonomi melalui pariwisata ramah lingkungan, perikanan berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi RTH lalong, menganalisa peran stakeholder dalam pengelolaan RTH serta Menyusun strategi optimalisasi pelibatan stakeholder dalam pengelolaan RTH lalong. Metode. Penelitian dibagi menjadi tiga tahap, yakni : 1) karakteristik ruang terbuka hijau lalong; 2) peran stakeholder dalam pengelolaan RTH lalong; 3) strategi optimalisasi pelibatan stakeholder dalam pengelolaan RTH lalong. Hasil. RTH lalong terletak tepat di pusat kota Luwuk dengan luas Lokasi 30,247 m2, memiliki soft material berupa tanaman pepohonan, rerumputan dan tanaman hias, hard material berupa fasilitas gazebo, panggung pertunjukan, jalan setapak, lampu taman, toilet dan tempat parkir. Peran stakeholder meliputi stakeholder kunci (dinas PUPR, dinas lingkungan hidup, dinas perumahan serta Perusahaan swasta), stakeholder sekunder (akademisi, swasta), stakeholder primer (Masyarakat, civil society). Kesimpulan. Optimalisasi peran stakeholder dalam pengelolaan RTH lalong meliputi; 1) optimalisasi lahan ekologi, 2) perbaikan dan penambahan fasilitas penerangan, media promosi dan periklanan, 3) penyediaan fasilitas tong sampah organic-anorganik, 4) spot PKL bebas sampah, 5) penetapan dana alokasi khusus pengelolaan RTH, 6) penetapan dana sharing, 7) penyusunan naskah akademik pengelolaan RTH, 8) penetapan agenda rutin even, 9) penyediaan fasilitas ruang belajar dan pertemuan, 10) Sosialisasi RTRW pemukiman dan RTH, 11) kegiatan ekonomi ramah lingkungan, 12) pengawasan dan sanksi pengrusakan RTH, 13)pengusahaan tanaman tahan panas dan hujan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci : strategi pelibatan; stakeholder; RTH lalong; kota Luwuk |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 04 May 2026 03:50 |
| Last Modified: | 04 May 2026 03:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55623 |
