IRMAYANTI, IRMAYANTI (2026) OPTIMALISASI INTERVENSI NON-FARMAKOLOGIS: KOMBINASI SWADDLING DAN ASI OROFARINGEAL TERHADAP RESPON NYERI NEONATUS PADA SKRINING HIPOTIROIDKONGENITAL DAN DEFISIENSI G6PD DI MAKASSAR = Optimization of Non-Pharmacological Interventions: The Combination of Swaddling and Oropharyngeal Breast Milk on Neonatal Pain Responses During Congenital Hypothyroidism Screening and G6PD Deficiency Screening in Makassar. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
R012241059-Cover.jpg
Download (272kB) | Preview
R012241059-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (709kB)
R012241059-dp(FILEminimizer).pdf
Download (132kB)
R012241059-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 11 March 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK IRMAYANTI. Optimalisasi Intervensi Non-farmakologis: Kombinasi Swaddling dan ASI Orofaringeal terhadap Respon Nyeri Neonatus pada Skrining Hipotiroid Kongenital dan Defisiensi G6PD di Makassar (dibimbing oleh Suni Hariati dan Erfina). Latar Belakang: Nyeri prosedural akibat pengambilan darah tumit pada skrining hipotiroid kongenital dan defisiensi G6PD merupakan paparan nyeri akut yang berulang pada neonatus dan berpotensi mengganggu stabilitas fisiologis. Bukti mengenai efektivitas kombinasi intervensi non-farmakologis masih terbatas. Tujuan: Menilai efektivitas kombinasi swaddling dan ASI orofaringeal dibandingkan swaddling saja terhadap respons nyeri dan parameter fisiologis neonatus. Metode: Randomized controlled trial dengan dua kelompok paralel melibatkan 72 neonatus. Kelompok intervensi menerima swaddling dan ASI orofaringeal (n=36), sedangkan kelompok kontrol menerima swaddling saja (n=36). Skor nyeri dinilai menggunakan NIPS pada tujuh waktu pengukuran (T0–T6). Heart Rate (HR), Respiratory Rate (RR), Saturasi Oksigen (SpO₂), dan durasi menangis dicatat. Analisis menggunakan uji Mann–Whitney dan Linear Mixed Model (LMM). Hasil: Karakteristik awal antar kelompok sebanding. Kelompok intervensi menunjukkan skor nyeri yang secara signifikan lebih rendah saat prosedur (T2: p=0,003; r=0,40), segera setelah prosedur (T3: p<0,001; r=0,74), dan lima menit pascaprosedur (T4: p<0,001; r=0,67). Selama dan setelah prosedur, HR dan RR lebih rendah serta SpO₂ lebih tinggi pada kelompok intervensi dengan efek besar (r=0,72–0,86; p<0,001). Durasi menangis juga lebih singkat secara signifikan (r=0,97; p<0,001). Analisis LMM mengonfirmasi adanya efek utama kelompok, waktu, usia gestasi, serta interaksi kelompok–waktu yang signifikan (p<0,001). Kesimpulan: Kombinasi swaddling dan ASI orofaringeal secara signifikan menurunkan nyeri prosedural dan meningkatkan stabilitas fisiologis neonatus, mendukung penerapannya sebagai strategi atraumatic care berbasis bukti. Kata kunci: nyeri neonatus; pengambilan darah tumit; swaddling; ASI orofaringeal; intervensi non-farmakologis; randomized controlled trial; linear mixed model.
Keyword : nyeri neonatus; pengambilan darah tumit; swaddling; ASI orofaringeal; intervensi non-farmakologis; randomized controlled trial; linear mixed model.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nyeri neonatus; pengambilan darah tumit; swaddling; ASI orofaringeal; intervensi non-farmakologis; randomized controlled trial; linear mixed model. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 04 May 2026 02:59 |
| Last Modified: | 04 May 2026 02:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55612 |
