HUBUNGAN INDEKS ANTROPOMETRI DENGAN KADAR FETUIN A SERUM PADA SUBYEK DEWASA MUDA SEHAT = THE RELATIONSHIP BETWEEN ANTHROPOMETRIC INDEXES AND SERUM FETUIN-A LEVELS IN HEALTHY YOUNG ADULTS


ANNUR, MUHAMMAD ADIL (2026) HUBUNGAN INDEKS ANTROPOMETRI DENGAN KADAR FETUIN A SERUM PADA SUBYEK DEWASA MUDA SEHAT = THE RELATIONSHIP BETWEEN ANTHROPOMETRIC INDEXES AND SERUM FETUIN-A LEVELS IN HEALTHY YOUNG ADULTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of FULL TEXT]
Preview
Image (FULL TEXT)
P062232025-rW5DXls4NZiIHLMm-20260120152805.jpeg

Download (61kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
P062232025-1-2.pdf

Download (389kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
P062232025-dp.pdf

Download (177kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
P062232025-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Muhammad Adil Annur Hubungan Indeks Antropometri dengan kadar Fetuin-A Serum pada subjek dewasa muda sehat (dibimbing oleh Liong Boy Kurniawan dan Yuyun Widaningsih ). Latar belakang. Fetuin-A merupakan glikoprotein hati yang berperan penting dalam proses inflamasi dan resistensi insulin, serta sering dikaitkan dengan kondisi metabolik seperti obesitas dan diabetes melitus tipe 2. Tujuan. Penelitian ini menganalisis hubungan indeks antropometri, meliputi Indeks Massa Tubuh (IMT), Lingkar Lengan Atas (LILA), dan Lingkar Perut (LP), dengan kadar Fetuin-A serum pada subjek dewasa muda sehat. Metode. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang dewasa muda sehat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data antropometri diperoleh melalui pengukuran langsung, sedangkan kadar Fetuin-A serum dianalisis menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay. Hasil. Rerata nilai IMT 26,01±5,61 kg/m², LILA 29,57±4,48 cm, LP 86,02±13,31 cm, dan kadar Fetuin-A serum 6,28±1,95 ng/ml. Uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT (r=0,087; p=0,433), LILA (r=0,037; p=0,741), maupun LP (r=0,106; p=0,337) dengan kadar Fetuin-A serum (p>0,05). Semua nilai koefisien korelasi berada pada kategori sangat lemah. Kesimpulan. Tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara indeks antropometri dengan kadar Fetuin-A serum pada subjek dewasa muda sehat. Kondisi homeostasis metabolik pada populasi sehat diduga berperan dalam stabilitas kadar Fetuin-A meskipun terdapat variasi antropometri. Penelitian lebih lanjut dianjurkan pada populasi usia lanjut atau individu dengan gangguan metabolik untuk mengeksplorasi potensi hubungan yang lebih nyata

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Antropometri, Fetuin-A, IMT, Lingkar Lengan Atas, Lingkar Perut, Dewasa Muda
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 04 May 2026 01:21
Last Modified: 04 May 2026 01:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55587

Actions (login required)

View Item
View Item