SARTIKA, AJENG (2025) HUBUNGAN FETUIN-A SERUM DENGAN HEMOGLOBIN A1c PADA SUBYEK DIABETES MELITUS TIPE 2 = THE RELATION BETWEEN SERUM FETUIN-A AND HEMOGLOBIN A1c IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS SUJECTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062232007-QPNnfUrcWFXE9gDL-20260120153904.jpg
Download (358kB) | Preview
P062232007-1-2.pdf
Download (576kB)
P062232007-dp.pdf
Download (505kB)
P062232007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 December 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Ajeng Sartika. Hubungan Fetuin-A Serum dengan Hemoglobin A1c pada Subyek Diabetes Melitus Tipe 2 (dibimbing oleh Liong Boy Kurniawan dan Nurahmi). Latar belakang. Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit metabolik kronis dengan hiperglikemia akibat resistensi dan gangguan sekresi insulin. Diagnosis DMT2 ditegakkan salah satunya melalui pemeriksaan hemoglobin A1c (HbA1c). Beberapa protein yang bersirkulasi telah terbukti terlibat dalam regulasi sensitivitas insulin seperti Fetuin-A (α2-Heremans Schmid glikoprotein) glikoprotein yang disintesis hepatosit, berperan dalam resistensi insulin dan inflamasi metabolik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Fetuin-A serum dengan HbA1c pada subjek Diabetes Melitus Tipe 2. Metode. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang pada subjek DMT2 dengan jumlah sampel sebanyak 78 (38 laki-laki, 40 perempuan; usia 24–83 tahun). Dilakukan pengukuran antropometri (indeks massa tubuh (IMT)) pada setiap subjek. Pemeriksaan HbA1c dilakukan menggunakan alat otomatis Abbott Afinion 2 Analyzer, sedangkan kadar Fetuin-A serum diukur dengan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil. Rerata kadar Fetuin-A serum pada subjek DMT2 adalah 9699,50 ng/mL dan rerata nilai HbA1c 8,81%. Terdapat perbedaan bermakna kadar Fetuin-A serum antara kelompok HbA1c dengan kontrol glikemik baik dan kontrol glikemik yang buruk (p <0,001) serta korelasi negatif bermakna dengan kekuatan sedang antara Fetuin-A dan HbA1c (r = –0,479; p < 0,001), tetapi tidak ditemukan korelasi dengan IMT (r = 0,129; p = 0,261). Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif antara kadar Fetuin-A serum dan HbA1c. Semakin tinggi nilai HbA1c makin rendah kadar Fetuin-A serum pada subjek DMT2.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, kadar Fetuin-A serum, HbA1c. |
| Subjects: | Q Science > QP Physiology |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 04 May 2026 01:17 |
| Last Modified: | 04 May 2026 01:17 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55584 |
