UJI TOKSISITAS EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica) PADA IKAN NILA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS AIR = TOXICITY TEST OF TUBA (Derris elliptica) ROOT EXTRACT ON NILA FISH AND ITS EFFECT ON WATER QUALITY


USMAN, USMAN (2026) UJI TOKSISITAS EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica) PADA IKAN NILA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS AIR = TOXICITY TEST OF TUBA (Derris elliptica) ROOT EXTRACT ON NILA FISH AND ITS EFFECT ON WATER QUALITY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
P033221006-LZ5UhliEyTFkHO8a-20260121111612.jpeg

Download (330kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
P033221006-1-2.pdf

Download (970kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
P033221006-dp.pdf

Download (311kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
P033221006-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2028.

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

USMAN, Uji Toksisitas Ekstrak Akar Tuba (Derris Elliptica) pada Ikan Nila dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Air, (Dibimbing oleh Fahruddin, Paulina Taba, dan I Gede Suarthawan). Latar belakang, Penggunaan tanaman tuba (Derris Elliptica) yang mengandung rotenon masih umum digunakan sebagai bahan tradisional penangkap ikan. Senyawa ini bersifat toksik, tidak hanya membunuh ikan target tetapi juga berpotensi merusak organisme akuatik non-target dan keseimbangan ekosistem. Regulasi yang mengatur pemanfaatannya masih terbatas, sehingga penggunaannya sering tidak terkontrol. Tujuan, Menganalisis konsentrasi rotenon dari ekstrak akar tuba yang efektif digunakan untuk membius ikan nila yang dapat dihidupkan kembali, Menganalisis akumulasi rotenon pada ikan nila dan air media pembiusan setelah aplikasi dengan ekstrak akar tuba, dan Menganalisis hubungan antara dosis ekstrak akar tuba yang digunakan dalam proses pembiusan ikan nila dan perubahan parameter kualitas air, meliputi BOD, COD, DO, pH, TSS, dan TPC. Metode, Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimental kuantitatif dengan pendekatan laboratorium (laboratory experimental research). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling representatif (representative sampling), Sampel yang digunakan terdiri atas ikan uji dan air media pembiusan yang sebelumnya telah dilakukan uji toksisitas menggunakan ekstrak akar tuba. Hasil penelitian diperoleh: 1). Peningkatan dosis ekstrak akar tuba mempercepat waktu pembiusan dan memperlambat waktu pemulihan, dengan dosis 0,1 g masih dapat dipulihkan. 2). Semakin tinggi dosis, akumulasi rotenon pada ikan dan media pembiusan juga meningkat. 3). Pada dosis 0,1 g, kandungan bahan organik belum cukup untuk merangsang aktivitas mikroorganisme secara signifikan, namun peningkatan dosis hingga 0,5-1 g meningkatkan BOD menjadi 4 mg/L, menandakan aktivitas biologis yang tinggi. Dosis lebih tinggi (5-10 g) menurunkan BOD menjadi 2 mg/L akibat efek toksik senyawa aktif pada mikroorganisme. Selain itu, peningkatan dosis ekstrak tuba juga meningkatkan COD, pH, dan TSS, serta menurunkan DO. Jumlah mikroorganisme meningkat pada dosis rendah (0,1 g) tetapi terhambat pada dosis tinggi. Kesimpulan: Tanaman tuba yang mengandung rotenon dapat digunakan untuk menangkap ikan, namun penggunaannya harus diawasi secara ketat karena dapat menimbulkan efek toksik terhadap biota perairan dan merusak keseimbangan ekosistem.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Ekstrak akar tuba, Rotenon, Ikan nila, Kualitas air.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Lingkungan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 30 Apr 2026 07:18
Last Modified: 30 Apr 2026 07:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55560

Actions (login required)

View Item
View Item