YUSMA, A. MUHAMMAD ISHAK (2026) Kajian Ekologis Perairan yang Berpengaruh Terhadap Kategori Kemunculan Tahunan Hiu Paus (Rhincodon typus Smith, 1828) dalam Upaya Pengelolaan Ekowisata Botubarani Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Secara Berkelanjutan = Ecological Study Of Waters Influencing The Annual Appearance Category Of Whale Sharks (Rhincodon typus Smith, 1828) For The Sustainable Management Of Ecotourism In Botubarani, Bone Bolango Regency, Gorontalo. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P033221001-yF0Lc7QpwVfTmh8t-20260122164035.jpeg
Download (179kB) | Preview
P033221001-1-2.pdf
Download (1MB)
P033221001-dp.pdf
Download (238kB)
P033221001-Fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 January 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kemunculan hiu paus (Rhincodon typus Smith,1928) di perairan Botubarani, Teluk Gorontalo selama periode 2016–2024, mengkaji pengaruh variabel oseanografi utama, serta mengembangkan Indeks Stabilitas Adaptasi Kemunculan Tahunan (ISAKy), sebagai indikator kuantitatif untuk menilai efektivitas habitat dan perilaku residensi hiu paus dalam mendukung pengelolaan wisata berkelanjutan.…Penelitian menggunakan pendekatan ekologi kuantitatif integratif dengan menggabungkan teknik photo-identification menggunakan perangkat lunak I3S, data satelit MODIS-Aqua untuk suhu permukaan laut dan klorofil-a, serta pemodelan kecepatan arus menggunakan MIKE 21 FM Flow Model. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan korelasi Pearson, regresi linier berganda (R² = 0,595), serta ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD untuk mengidentifikasi perbedaan musiman yang signifikan. ISAKy dihitung melalui integrasi frekuensi kemunculan tahunan, jumlah bulan efektif, bobot musiman produktivitas perairan, dan respons parameter oseanografi yang dinormalisasi, sehingga menghasilkan indeks komposit untuk mengklasifikasikan fase stabilitas kemunculan hiu paus. Hasil penelitian mengidentifikasi 59 individu hiu paus yang didominasi kelompok remaja berukuran 3,5–6,5 m, menegaskan fungsi Botubarani sebagai developmental habitat. Intensitas kemunculan hiu paus berkorelasi positif signifikan dengan klorofil-a (r = 0,63) dan berkorelasi negatif dengan kecepatan arus (r = −0,63), dengan kondisi lingkungan paling optimal terjadi pada Musim Timur (Juni–Agustus) saat suhu 27,5–28°C dan arus rendah (0,10–0,13 m/s) membentuk zona retensi pakan di perairan pesisir. Analisis ISAKy menunjukkan transformasi ekologis bertahap dari fase fluktuatif (2016–2017), fase adaptif (2018–2022), hingga fase stabil sedang pada tahun 2024 (ISAKy = 0,93), yang mencerminkan penguatan site fidelity dan meningkatnya prediktabilitas ekosistem, meskipun fase stabil penuh (ISAKy = 1) belum teridentifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ISAKy efektif sebagai dasar manajemen konservasi adaptif, dengan implikasi perlunya pengaturan daya dukung wisata, pembatasan intensitas interaksi, penerapan zonasi dinamis sesuai fase ekologis, serta penegakan kode etik wisata untuk meminimalkan gangguan perilaku dan tekanan fisiologis hiu paus, sehingga keberlanjutan ekologi dan manfaat ekonomi masyarakat pesisir Botubarani tetap terjaga.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Botubarani, ISAKy, Konservasi Adaptif, Rhincodon typus, Oseanografi, Wisata. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GC Oceanography |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 07:17 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 07:17 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55559 |
