WAHAB, MUH. ADI GUNADI (2025) Analisis Fungsi Kearifan Lokal Terhadap Pelestarian Lingkungan Pada Komunitas Bajo Di Dusun Bajo Desa Kayuadi Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepualauan Selayar = Analysis of the Function of Local Wisdom in Environmental Conservation in the Bajo Community on Kayuadi Island, Takabonerate District, Selayar Islands RegencyAnalysis of the Function of Local Wisdom in Environmental Conservation in the Bajo Community on Kayuadi Island, Takabonerate District, Selayar Islands Regency. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P032212007-u13bBW24fYZN0xRM-20251215121615.png
Download (88kB) | Preview
P032212007-1-2.pdf
Download (539kB)
P032212007-dp.pdf
Download (198kB)
P032212007-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 December 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK MUH. ADI GUNADI WAHAB. Analisis Fungsi Kearifan Lokal Terhadap Pelestarian Lingkungan pada Komunitas Bajo Di Pulau Kayuadi Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. (dibimbing oleh Hamka Naping dan Andi Adri Arief.) Kearifan lokal masyarakat Bajo memiliki kontribusi besar dalam pelestarian lingkungan laut dan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk kearifan lokal, menganalisis efektivitasnya terhadap pelestarian lingkungan, dan menilai peran stakeholder di Dusun Bajo, Desa Kayuadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive dan snowball sampling dan dilanjutkan dengan pemgumpulan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data secara komprehensif (observasi, indepth interview, dokumentasi dan triangulasi) dan analisis data dengan menggunakan teknik analisis data secara terintegrasi (data collection, data reduction, data display, dan conclusion). Penelitian ini diakhiri dengan uji keabsahan data berupa uji credibility dan uji reliability. Hasil menunjukkan bahwa nilai adat dan praktik tradisional masyarakat Bajo terbukti efektif menjaga ekosistem laut. Ada delapan bentuk kearifan local masyarakat bajo yang terdapat di pulau kayuadi, yaitu; Pemaknaan tanda-tanda alam, larangan menangkap ikan diwaktu tertentu, alat tangkap tradisional, navigasi tradisional, kelembagaan adat, pantangan atau kepercayaan turun-temurun, gotong royong dan kerjasama kolektif dan pewarisan pengetahuan seacara lisan. Peran pemerintah lokal, tokoh adat, dan pelaku ekonomi turut memengaruhi keberhasilan konservasi berbasis komunitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai lokal dalam kebijakan pelestarian lingkungan berkelanjutan. Kata Kunci: Kearifan lokal, masyarakat Bajo, pelestarian lingkungan, stakeholder, ekosistem laut.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Kearifan lokal, masyarakat Bajo, pelestarian lingkungan, stakeholder, ekosistem laut. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Pengelolaan Lingkungan Hidup |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 07:08 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 07:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55556 |
