Analisis Morfofisiologis Dan Biokimia Tanaman Padi Lokal Gorontalo Pada Berbagai Cekaman Kekeringan = MORPHOPHYSIOLOGICAL AND BIOCHEMICAL ANALYSIS OF LOCAL RICE PLANTS IN GORONTALO UNDER VARIOUS DROUGHT STRESSES


DARMAWAN, M. (2025) Analisis Morfofisiologis Dan Biokimia Tanaman Padi Lokal Gorontalo Pada Berbagai Cekaman Kekeringan = MORPHOPHYSIOLOGICAL AND BIOCHEMICAL ANALYSIS OF LOCAL RICE PLANTS IN GORONTALO UNDER VARIOUS DROUGHT STRESSES. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
P013211018-oUBTur4kxpPwf9Wz-20260121144215.jpg

Download (383kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
P013211018-1-2.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
P013211018-dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
P013211018-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

M. DARMAWAN. Analisis morfofisiologi dan biokimia tanaman padi lokal gorontalo pada berbagai cekaman kekeringan (dibimbing oleh Yunus Musa, Muh Riadi, dan Amir Yassi). Perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan frekuensi cekaman kekeringan menjadi ancaman serius bagi produktivitas padi (Oryza sativa L.) di lahan tropis. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap untuk mengevaluasi respons padi lokal Gorontalo dibandingkan varietas nasional terhadap cekaman kekeringan, serta menilai efektivitas teknologi priming benih dan kadar air tanah sebagai strategi mitigasi. Tahap pertama dilaksanakan di laboratorium dengan simulasi kekeringan menggunakan Polyethylene Glycol (PEG 6000) pada fase perkecambahan. Hasilnya menunjukkan bahwa varietas nasional (Ciherang dan Situbagendit) memiliki viabilitas dan vigor lebih baik dibanding genotipe lokal, yang cenderung sensitif pada fase awal pertumbuhan. Tahap kedua dilakukan di greenhouse dengan pengaturan kadar air tanah (70% KL, 85% KL, dan 100% KL). Hasil menunjukkan bahwa cekaman berat (70% KL) menurunkan pertumbuhan dan hasil ±14%, namun genotipe lokal tertentu (Temo, Pulo Merah, Pulo Kuku) tetap mampu mempertahankan performa melalui mekanisme adaptasi morfologi, fisiologi, dan biokimia, seperti kestabilan kandungan klorofil serta akumulasi prolin dan vitamin C. Tahap ketiga mengevaluasi penerapan priming benih dengan PEG 12,5% dengan pengaturan kadar air tanah pada genotipe lokal dan nasional. Hasilnya mengungkap bahwa priming meningkatkan pertumbuhan vegetatif, reproduktif, dan komponen hasil dibandingkan hidropriming. Menariknya, kadar air tanah 75% KL menghasilkan performa lebih baik daripada 100% KL, menunjukkan adanya efek positif dari cekaman moderat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: kekeringan, lokal, padi, priming
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 30 Apr 2026 06:02
Last Modified: 30 Apr 2026 06:02
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55545

Actions (login required)

View Item
View Item