BIRINGKANAE, RIRIN DYAH RAHAYU (2026) PENGELOLAAN TANAH BERKELANJUTAN MELALUI INSITU BIOPORI KOMBINASI BIOCHAR-KOMPOS UNTUK MEMPERBAIKI RESILIENSI TANAH DAN PRODUKTIVITAS CABAI KATOKKON = SUSTAINABLE SOIL MANAGEMENT THROUGH IN-SITU BIOPORES AND BIOCHAR–COMPOST COMBINATION TO STRENGTHEN SOIL RESILIENCE AND ENHANCE KATOKKON CHILI PRODUCTIVITY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P012231001-A1wSbhtiEUa0Vkvq-20260120211518.jpg
Download (499kB) | Preview
P012231001-1-2.pdf
Download (467kB)
P012231001-dp.pdf
Download (624kB)
P012231001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 December 2028.
Download (13MB)
Abstract (Abstrak)
RIRIN DYAH RAHAYU BIRINGKANAE. Pengelolaan Tanah Berkelanjutan Melalui Insitu Biopori Kombinasi Biochar-Kompos untuk Memperbaiki Resiliensi Tanah dan Produktivitas Cabai Katokkon (dibimbing oleh Burhanuddin Rasyid dan Kaimuddin). Latar belakang. Krisis iklim dan degradasi tanah menuntut strategi pengelolaan lahan yang mampu memulihkan fungsi tanah secara berkelanjutan melalui penambahan bahan organik dan teknik konservasi tanah dan air, khususnya pada budidaya cabai katokkon organik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kombinasi dosis biochar–kompos melalui teknik in-situ biopori terhadap pertumbuhan dan produktifitas cabai Katokkon. Serta implikasinya pada retensi air tanah, kelimpahan mikroba tanah, dan status kesuburan tanah sebagai indikator resiliensi tanah pada sistem budidaya. Metode. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah. Petak utama terdiri dari dua taraf, yaitu landrace katokkon Limbong dan Leatung 2. Anak petak terdiri dari 6 kombinasi dosis biochar dan kompos, yaitu (0% : 100%), (100% : 0%), (20% : 80%), (40% : 60%), (60% : 40), dan (80% : 20). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, kadar air kadar air kapasitas lapang, kadar air kadar air titik layu permanen, kadar air tersedia, kelimpahan mikroba tanah, dan Indeks Kesuburan Tanah (IKT). Hasil. Perlakuan 40% biochar : 60% kompos memberikan respons terbaik, ditandai dengan tinggi tanaman 30,63 cm dan diameter batang 5,48 mm. Perlakuan landrace leatung 2 memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter bobot buah panen tertinggi 0,68 ton/ha. Secara fisik, perlakuan 40% biochar : 60% kompos meningkatkan kadar air kadar air kapasitas lapang menjadi 31,08%, menurunkan kadar air kadar air titik layu permanen menjadi 21,22%, serta menghasilkan jumlah air tersedia tertinggi 23,1 mm. Kelimpahan bakteri dan jamur meningkat hingga 5,00 × 10⁷ dan 8,32 × 10⁶ CFU/g. Pada aspek kimia tanah, nilai SFI meningkat dari 115 menjadi 135, menunjukkan perbaikan kesuburan tanah melalui peningkatan C-organik, Ca²⁺, dan KTK. Secara keseluruhan, integrasi insitu biopori kombinasi biochar-kompos terbukti memperbaiki fungsi tanah secara terintegrasi dan meningkatkan kemampuan tanah dalam mempertahankan fungsi ekologisnya, sehingga memperkuat resiliensi tanah pada budidaya cabai Katokkon organik.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | resilensi tanah, cabai katokkon, pertanian organic, krisis iklim, insitu biopori, biochar, kompos |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Sistem Sistem Pertanian |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 05:45 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 05:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55539 |
