SAKINAH, SRIFANI (2026) Pengendalian busuk akar (Lasiodiplodia parva) pada bibit tanaman kakao menggunakan Trichoderma asperellum = Controllong root rot (Lasiodiplodia parva) in cacao seedlings using Trichoderma asperellum. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
G061211042-OT3ypBCsMR0Q9ZDN-20260225124314.jpeg
Download (218kB) | Preview
G061211042-1-2.pdf
Download (436kB)
G061211042-dp.pdf
Download (125kB)
G061211042-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
SRIFANI SAKINAH. Pengendalian busuk akar (Lasiodiplodia parva) pada bibit tanaman kakao menggunakan Trichoderma asperellum (dibimbing oleh Ade Rosmana). Latar Belakang. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam peningkatan devisa negara. Namun, produktivitas tanaman kakao mengalami penurunan yang signifikan akibat serangan berbagai penyakit tanaman, salah satunya penyakit busuk akar yang disebabkan oleh cendawan Lasiodiplodia parva. Patogen ini menyerang bagian akar dan batang tanaman sehingga menghambat proses fotosintesis dan menyebabkan kematian pada tanaman. Upaya pegendalian penyakit tersebut perlu dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan agens hayati. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan T. asperellum dalam mengendalikan patogen L. parva penyebab busuk akar pada bibit tanaman kakao. Metode. penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, dan green house Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar, pada bulan Februari-Mei 2025. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu Kontrol, L. parva, T. asperellum, dan kombinasi T. asperellum + L. parva, masing-masing lima ulangan. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi T. asperellum + L. parva menghasilkan insidensi sebesar 61,58%, T. asperellum 40,83% pada 63 HSI, dan lebih rendah dibandingkan perlakuan L. parva 36,75%. Berat akar pada perlakuan Kontrol 18,8%, T. asperellum 15,4 g, dan lebih tinggi dibandingkan perlakuan L. parva 12,4 g. Panjang nekrosis pada perlakuan T. asperellum (0.00 mm) berbeda nyata dengan L. parva (7,80 mm) maupun kombinasi T. asperellum + L. parva (10,72 mm). Kolonisasi T. asperellum 48%, sedangkan L. parva tertinggi pada perlakuan tunggal 56%. Kesimpulan. Penggunaan T. asperellum sebagai pengendali hayati terbukti efetif dan ramah lingkungan dalam mengendalikan penyakit busuk akar. Kata kunci: agens hayati; ramah lingkungan; patogen; pengendali hayati; penyakit tanaman
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: agens hayati; ramah lingkungan; patogen; pengendali hayati; penyakit tanaman |
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Proteksi Tanaman |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 05:42 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 05:42 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55535 |
