KASIM, RISKA AMALIA (2026) EVALUASI PRAKTIK PEMBAKARAN JERAMI TERHADAP KELIMPAHAN MIKROORGANISME TANAH DI KECAMATAN MATTIRO SOMPE KABUPATEN PINRANG = Evaluation of Rice Straw Burning Practices on Soil Microorganism Abundance in Mattiro Sompe District, Pinrang Regency. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
G051221008-xJas8eCo2FIfVytR-20260311132138.jpeg
Download (46kB) | Preview
G051221008-1-2.pdf
Download (407kB)
G051221008-dp.pdf
Download (198kB)
G051221008-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 March 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: Pembakaran jerami padi pasca panen masih umum dilakukan sebagai cara cepat penyiapan lahan, namun praktik ini berpotensi memengaruhi kualitas biologis tanah, khususnya kelimpahan mikroorganisme yang berperan penting dalam menjaga fungsi ekosistem tanah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kelimpahan mikroorganisme tanah pada lahan sawah dengan dan tanpa praktik pembakaran jerami di Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang. Metode: Penelitian dilaksanakan pada Mei–November 2025. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0–20 cm menggunakan metode purposive sampling. Analisis meliputi sifat fisik dan kimia tanah, yaitu C-organik, N-total, pH, kadar air, dan tekstur tanah, serta kelimpahan bakteri dan jamur menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan sawah tanpa pembakaran memiliki kelimpahan mikroorganisme yang lebih tinggi dibandingkan lahan dengan pembakaran. Populasi bakteri pada lahan tanpa pembakaran mencapai 1,2 × 109 CFU/g tanah, sedangkan pada lahan dengan pembakaran sebesar 1 × 10⁷ CFU/g tanah. Populasi jamur pada lahan tanpa pembakaran tercatat sebesar 9 × 10⁶ CFU/g tanah, sedangkan pada lahan dengan pembakaran sebesar 1 × 10⁶ CFU/g tanah. Pembakaran jerami menurunkan kandungan C-organik dan meningkatkan pH tanah akibat deposisi abu pembakaran. Kesimpulan: Praktik pembakaran jerami pascapanen pada lahan sawah di Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang menurunkan kelimpahan dan keragaman mikroorganisme tanah. Lahan sawah tanpa pembakaran memiliki populasi bakteri, jamur, dan jumlah isolat yang lebih tinggi dibandingkan lahan yang mengalami pembakaran. Penurunan tersebut disebabkan oleh paparan suhu tinggi selama pembakaran dan berkurangnya bahan organik yang menjadi sumber energi bagi mikroorganisme.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | jerami padi; biologi tanah; bakteri; jamur; sawah. |
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 02:29 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 02:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55524 |
