SETIADI, AHMAD TIRTA (2026) Pemetaan Kelembapan Tanah untuk Praktik Hortikultura Adaptif Menggunakan OPTRAM dan Sentinel-2 = Soil Moisture Mapping for Adaptive Horticultural Practices Using OPTRAM and Sentinel-2. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
G051211033-M8GVwONZRJD7QjF9-20260301192742.png
Download (229kB) | Preview
G051211033-1-2.pdf
Download (738kB)
G051211033-dp.pdf
Download (179kB)
G051211033-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 February 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kelembapan tanah merupakan faktor penting yang memengaruhi produktivitas tanaman hortikultura, khususnya di wilayah dataran tinggi tropis yang sensitif terhadap variabilitas iklim dan fluktuasi curah hujan. Kecamatan Tinggimoncong di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu pusat produksi hortikultura utama, termasuk kentang, wortel, dan tomat. Namun, pola curah hujan yang tidak menentu dapat mengubah ketersediaan air tanah, sehingga diperlukan informasi kelembapan tanah yang akurat untuk mendukung pengelolaan lahan yang adaptif dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah memetakan distribusi spasial kelembapan tanah pada lahan hortikultura menggunakan Optical Trapezoid Model (OPTRAM) yang diturunkan dari citra Sentinel-2. Metode penelitian ini mengintegrasikan penginderaan jauh dengan survei lapangan serta analisis laboratorium. Sifat fisik tanah, termasuk tekstur, permeabilitas, berat isi, porositas, kandungan karbon organik, dan kadar air tanah, diukur dan dibandingkan dengan estimasi kelembapan tanah berbasis OPTRAM yang diperoleh dari hubungan antara Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Shortwave Infrared-Transformed Reflectance (STR). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai indeks kelembapan tanah antara bulan Juni (0,28–0,51) dan September (0,27–0,42), yang sejalan dengan penurunan curah hujan sebesar 71%. Luas area dengan kelembapan tanah sedang menurun dari 1.214 ha menjadi 647,82 ha, sementara area dengan kelembapan rendah meningkat hingga 855,2 ha. Nilai OPTRAM menunjukkan korelasi yang kuat dengan kadar air tanah (r = 0,772) dan permeabilitas tanah (r = 0,578). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa OPTRAM mampu menangkap variasi spasial dan temporal kelembapan tanah secara efektif, yang sangat dipengaruhi oleh curah hujan musiman serta karakteristik fisik tanah.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hortikultura; OPTRAM; Sentinel-2; Kelembapan tanah; Tinggimoncong |
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 02:23 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 02:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55523 |
