PENYEBARAN PENYAKIT UTAMA DI BEBERAPA SENTRA PERTANAMAN JAGUNG SERTA EKSPLORASI MIKROBA ENDOFIT DAN EPIFIT SEBAGAI AGENSIA HAYATI = DISTRIBUTION OF MAJOR DISEASES IN SEVERAL CORN CULTIVATION CENTERS AND EXPLORATION OF ENDOPHYTE AND EPIPHYTE MICROBES AS BIOLOGICAL AGENTS


SILVIANA, SILVIANA (2026) PENYEBARAN PENYAKIT UTAMA DI BEBERAPA SENTRA PERTANAMAN JAGUNG SERTA EKSPLORASI MIKROBA ENDOFIT DAN EPIFIT SEBAGAI AGENSIA HAYATI = DISTRIBUTION OF MAJOR DISEASES IN SEVERAL CORN CULTIVATION CENTERS AND EXPLORATION OF ENDOPHYTE AND EPIPHYTE MICROBES AS BIOLOGICAL AGENTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
G022241002-rQblwJcAHKPuL16h-20260303103054.jpg

Download (391kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
G022241002-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
G022241002-dp.pdf

Download (230kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
G022241002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Tanaman jagung rentan terhadap berbagai patogen penyebab penyakit selama tahap pertumbuhan vegetatif dan generatifnya. Di Indonesia, lima penyakit utama yang sering menjadi kendala budidaya jagung adalah penyakit bulai (Peronosclerospora spp.), hawar daun (Helminthosporium turcicum), busuk batang Fusarium (Fusarium verticillioides), dan karat daun (Puccinia polysora). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung insidensi dan intensitas penyakit utama jagung di enam kabupaten di Sulawesi Selatan, menyeleksi mikroba endofit dan epifit yang paling efektif untuk menghambat Fusarium verticillioides secara in vitro, dan menganalisis efektivitasnya dalam menekan intensitas penyakit busuk batang secara in vivo. Penelitian ini dilakukan di enam kabupaten: Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, dan Maros. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Universitas Hasanuddin, dari Mei hingga November 2025. Enam tahapan penelitian meliputi pengamatan insidensi dan intensitas penyakit utama jagung, isolasi cendawan patogen dan mikroba antagonis, uji dual kultur, uji senyawa volatile, uji patogenisitas, serta uji in vivo. Percobaan in vitro dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan tiga ulangan untuk setiap perlakuan. Pada uji in vivo, data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan lima ulangan untuk setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit busuk batang dan hawar daun merupakan penyakit dominan di enam lokasi pertanaman jagung, dengan intensitas penyakit busuk batang tertinggi tercatat di Kabupaten Bulukumba dengan kejadian dan keparahan masing-masing 92% dan 75%, dan intensitas penyakit hawar daun tertinggi di Kabupaten Gowa dengan kejadian dan keparahan masing-masing 94% dan 45%. Hasil isolasi jamur patogen menunjukkan bahwa Fusarium verticillioides merupakan patogen penyebab penyakit busuk batang, dan Helminthosporium sp. merupakan patogen penyebab penyakit hawar daun. Berdasarkan uji in vitro, enam isolat yang paling efektif dalam menekan F. verticillioides, diantaranya M2E (Culvularia sp.), T1E (Fusarium sp.), T2E (Fusarium sp.), T1B (Fusarium sp.), G1B (Streptococcus sp.), dan M2B (Streptococcus sp.). Uji in vivo menunjukkan bahwa intensitas penyakit busuk bibit pada perlakuan T2E (Fusarium sp.), T1E (Fusarium sp.), dan M2E (Culvularia sp.) lebih rendah dibandingkan dengan kontrol.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Busuk batang, Bulai, Hawar daun, Dual Kultur, Senyawa volatil
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Hama dan Peny. Tumbuhan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 30 Apr 2026 01:51
Last Modified: 30 Apr 2026 01:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55521

Actions (login required)

View Item
View Item