MANUKRANTE, CHISILYA NINE (2026) Prioritas Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Batu Meana dalam Meningkatkan Budidaya Lebah Madu Pada Hutan Kemasyarakatan di Desa Pundau Kecamatan Sendana Kabupaten Majene = Priority Strategies For Strengthening The Institutional Capacity Of The Batu Meana Forest Farmer Group (Kth) In Enhancing Honey Bee Cultivation In The Community Forest Of Pundau Village, Sendana Subdistrict, Majene Regency. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
M012232037-Cover.jpg
Download (428kB) | Preview
M012232037-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (273kB)
M012232037-dp(FILEminimizer).pdf
Download (192kB)
M012232037-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Keberhasilan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) sangat ditentukan oleh kapasitas kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam mengelola usaha hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan, termasuk budidaya lebah madu yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, kajian yang membahas penguatan kelembagaan kelompok tani hutan secara menyeluruh dan terukur sebagai dasar penentuan strategi pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kelembagaan serta merumuskan prioritas strategi penguatan kelembagaan KTH Batu Meana dalam meningkatkan budidaya lebah madu pada skema HKm di Desa Pundau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli s.d September 2025 menggunakan metode survei dengan melibatkan 40 anggota aktif KTH yang dipilih melalui stratified random sampling serta 4 orang pakar dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD) dan kuesioner. Analisis peran kelembagaan dilakukan berdasarkan aspek kelembagaan, usaha, dan kawasan mengacu pada penilaian kelas KTH, sedangkan faktor pendorong dan penghambat dianalisis menggunakan pendekatan SWOT, serta penentuan prioritas strategi menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan KTH Batu Meana berada pada kategori lanjut, yang mengindikasikan bahwa kelembagaan telah berjalan namun belum optimal, terutama pada aspek kepemimpinan, partisipasi anggota, pengelolaan usaha, dan kemitraan. Prioritas strategi penguatan kelembagaan yang dihasilkan adalah penguatan kelembagaan organisasi, diikuti oleh pemberdayaan anggota, penguatan usaha dan akses pasar, serta penguatan kawasan dan konservasi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan yang terarah dan berbasis prioritas strategi mampu meningkatkan keberlanjutan budidaya lebah madu sekaligus mendukung pengelolaan HKm yang produktif.
Keyword : kelembagaan, kelompok tani hutan, budidaya lebah madu, hutan kemasyarakatan, strategi penguatan (SWOT-AHP).
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | institutional capacity, forest farmer group, honey bee cultivation, community forestry, strengthening strategy (SWOT–AHP). |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 01:11 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 01:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55513 |
