Koin Dinara dan Jinggara Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo: Analisis Numismatika Dan Kajian Material = Coints Dinara and Jinggara From The Gowa Tallo Kingdom: Numismatic Analysis and Material Study


RAHMAH, TAZKIAH (2026) Koin Dinara dan Jinggara Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo: Analisis Numismatika Dan Kajian Material = Coints Dinara and Jinggara From The Gowa Tallo Kingdom: Numismatic Analysis and Material Study. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
F071221012-SPnskfDQTbMGwBNx-20260202173100.jpg

Download (339kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
F071221012-1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
F071221012-dp.pdf

Download (78kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
F071221012-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 January 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Tazkiah Rahmah, Koin Dinara dan Jinggara Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo: Analisis Numismatika Dan Kajian Material (dibimbing oleh Yusriana dan Erwin Mansyur Ugu Saraka) Kerajaan Gowa-Tallo sebagai salah satu kekuatan maritim Nusantara abad ke-16–17 meninggalkan koin yang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, tetapi juga merefleksikan sistem ekonomi, legitimasi kekuasaan, dan jaringan perdagangan regional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik numismatik mata uang logam peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang tersimpan di Museum La Galigo dan Museum Karaeng Pattingalloang. Metode penelitian menggunakan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan analisis morfometri, epigrafi, dan karakterisasi material non-destruktif menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil analisis morfologi menunjukkan adanya dikotomi tipologis yang signifikan. Koleksi Museum La Galigo didominasi oleh koin emas (Dinar) dengan diameter rata-rata 13,32 mm (Kupang) dan 17,95 mm (Mas), serta memuat inskripsi nama penguasa seperti Sultan Hasanuddin dan Sultan Muhammad Said. Sebaliknya, koleksi Museum Karaeng Pattingalloang terdiri dari koin timbal (Lead Coins) berdiameter ~20 mm dengan inskripsi "Bandar Aceh Darussalam" yang mengalami degradasi fisik parah. Analisis XRF mengungkap bahwa koin emas tersusun dari paduan terner Au-Ag-Cu dengan kadar emas bervariasi antara 54% hingga 78%, sedangkan koin timbal didominasi oleh unsur Timbal (Pb >97%) atau paduan Timbal-Timah (Pb-Sn). Temuan ini membuktikan bahwa Kerajaan Gowa-Tallo menerapkan sistem ekonomi ganda (dual currency system) yang terintegrasi dalam jaringan perdagangan maritim Nusantara, di mana koin emas berfungsi sebagai alat tukar elit dan koin timbal sebagai uang pasar. Keberadaan koin timbal berinskripsi Aceh diindikasikan sebagai produk imitasi lokal atau impor yang mencerminkan hubungan poros maritim Islam Makassar-Aceh pada abad ke-17.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Numismatika, Koin, Kerajaan Gowa-Tallo, XRF, Sejarah Ekonomi.
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CC Archaeology
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Arkeologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 29 Apr 2026 05:31
Last Modified: 29 Apr 2026 05:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55479

Actions (login required)

View Item
View Item