DIET BERDASARKAN SISA FAUNA DI SITUS GUA TOPOGARO 2, MOROWALI, SULAWESI TENGAH = Diet Based on Faunal Remains at Topogaro 2 Cave Site, Morowali, Central Sulawesi


SAURAJA, AZIZAH PUTRI UTAMI (2026) DIET BERDASARKAN SISA FAUNA DI SITUS GUA TOPOGARO 2, MOROWALI, SULAWESI TENGAH = Diet Based on Faunal Remains at Topogaro 2 Cave Site, Morowali, Central Sulawesi. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
F071211035-z3mIf1eQPAJMWqLd-20260226145314.jpg

Download (311kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
F071211035-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
F071211035-dp.pdf

Download (183kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
F071211035-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 February 2028.

Download (14MB)

Abstract (Abstrak)

AZIZAH PUTRI UTAMI SAURAJA. Diet Berdasarkan Sisa Fauna Di Situs Gua Topogaro 2, Morowali, Sulawesi Tengah (dibimbing oleh Supriadi dan Suryatman) Latar Belakang. Kajian zooarkeologi mengenai diet manusia prasejarah berdasarkan sisa fauna di Sulawesi telah berkembang pesat, terutama di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, sementara data dari Sulawesi Tengah masih relatif terbatas. Keterbatasan tersebut menjadikan Situs Gua Topogaro 2, Morowali, sebagai konteks penting untuk memperluas pemahaman mengenai pola konsumsi dan strategi subsistensi manusia prasejarah di kawasan Wallacea. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan habitat fauna serta menelaah bentuk pemanfaatannya sebagai sumber diet manusia prasejarah di Situs Gua Topogaro 2. Metode. Penelitian dilakukan dengan pendekatan zooarkeologi melalui analisis Number of Identified Specimens (NISP), Minimum Number of Individuals (MNI), pengamatan mikroskopik terhadap sisa tulang fauna, serta perbandingan dengan sampel referensi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggalan fauna di Situs Gua Topogaro 2 terdiri atas fauna vertebrata dan moluska yang merepresentasikan eksploitasi berbagai habitat darat dan perairan. Bukti tafonomi langsung terhadap aktivitas manusia relatif terbatas, ditandai oleh keberadaan satu fragmen tulang dengan jejak cut mark pada Fase 2–3 (Terminal Pleistosen–Holosen), sedangkan akumulasi fauna pada Fase 1 (Pleistosen Akhir) lebih banyak dipengaruhi oleh proses alamiah. Intensitas penggunaan api juga teridentifikasi rendah pada kedua fase hunian. Meskipun demikian, analisis kuantitatif NISP dan MNI menunjukkan adanya perubahan komposisi dan proporsi fauna yang dimanfaatkan dari Fase 1 ke Fase 2–3, yang mengindikasikan penyesuaian pola diet seiring perubahan lingkungan dan dinamika hunian. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adaptasi subsistensi penghuni Situs Gua Topogaro 2 bersifat fleksibel dan bertahap, serta lebih tercermin melalui variasi komposisi fauna dibandingkan intensitas pemrosesan fauna yang terekam secara tafonomis.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: diet; sisa fauna; zooarkeologi; manusia prasejarah; Situs Gua Topogaro 2
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CC Archaeology
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Arkeologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 29 Apr 2026 03:23
Last Modified: 29 Apr 2026 03:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55476

Actions (login required)

View Item
View Item