Motif Masyarakat Dalam Mengelola Hutan Pinus Melalui Skema Perhutanan Sosial (PS) di Kab. Gowa: Studi Kasus HKm Bontorannu = Community Motives in Managing Pine Forests through a Social Forestry Scheme in Gowa Regency: A Case Study of HKm Bontorannu


PUTRI, ADINDA DWI (2026) Motif Masyarakat Dalam Mengelola Hutan Pinus Melalui Skema Perhutanan Sosial (PS) di Kab. Gowa: Studi Kasus HKm Bontorannu = Community Motives in Managing Pine Forests through a Social Forestry Scheme in Gowa Regency: A Case Study of HKm Bontorannu. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011221007-Cover.jpg

Download (412kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
M011221007-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (222kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011221007-dp(FILEminimizer).pdf

Download (121kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
M011221007-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 6 February 2028.

Download (993kB)

Abstract (Abstrak)

Program Perhutanan Sosial (PS) bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan hutan secara legal dan berbasis kolektif. Namun dalam praktiknya, keterlibatan masyarakat tidak selalu didorong oleh motif kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif masyarakat dalam mengelola hutan pinus melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Dusun Bontorannu, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif masyarakat dalam mengelola hutan lebih dominan bersifat individual dan sosial, dengan motif control (penguasaan lahan dan hasil hutan) dan belong (keterikatan sosial dan rasa menjadi bagian kelompok) sebagai motif utama. Motif understand dan kolektifitas relatif lemah. Selain itu, penelitian menemukan bahwa keberadaan mitra perusahaan berperan penting dalam inisiasi pengelolaan, serta dalam menyediakan akses pasar melalui kontrak kerja sama, meskipun kontrak tersebut memiliki konsekuensi fluktuatif terhadap harga. Skema HKm yang diperoleh pada tahun 2022 lebih banyak mengubah status perizinan kawasan daripada pola penguasaan lahan, yang sejak awal sudah bersifat individual. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan PS tidak hanya dipengaruhi aspek kelembagaan dan legalitas, tetapi juga motif sosial masyarakat dalam mempertahankan sumber penghidupan.

Kata kunci: Perhutanan Sosial, Motif Masyarakat, HKm, KTH Bontorannu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Social Forestry, Community Motives, HKm, KTH Bontorannu.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 29 Apr 2026 01:10
Last Modified: 29 Apr 2026 01:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55457

Actions (login required)

View Item
View Item