Analisis Sedimen Menggunakan Model Soil and Water Assessment Tool pada Daerah Aliran Sungai Suso = Sediment Analysis Using the Soil and Water Assessment Tool Model in the Suso River Basin


MUTMAINNA, PUTRI NABILA (2026) Analisis Sedimen Menggunakan Model Soil and Water Assessment Tool pada Daerah Aliran Sungai Suso = Sediment Analysis Using the Soil and Water Assessment Tool Model in the Suso River Basin. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011211131-Cover.jpg

Download (371kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
M011211131-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211131-dp(FILEminimizer).pdf

Download (894kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
M011211131-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 5 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso mengalami permasalahan lingkungan berupa banjir dan tanah longsor yang erat kaitannya dengan proses erosi dan sedimentasi. Penurunan tutupan lahan hutan serta perubahan tata guna lahan meningkatkan risiko sedimentasi yang berdampak pada pendangkalan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sedimen yang terjadi di DAS Suso menggunakan model Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Penelitian dilaksanakan pada April–Desember 2025 di DAS Suso Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Data yang digunakan meliputi citra Sentinel-2 tahun 2024, Digital Elevation Model (DEM), data jenis tanah RePPProt, serta data iklim harian (2015– 2024). Analisis dilakukan melalui pengolahan data spasial di ArcGIS, klasifikasi penutupan lahan, pengujian sampel tanah di laboratorium, dan simulasi hidrologi dengan model SWAT. Hasil simulasi menunjukkan bahwa DAS Suso seluas 36.599,29 ha didominasi kategori sedimentasi sangat tinggi, dengan 188 HRU berada pada kelas sangat tinggi dan nilai sedimentasi berkisar antara 22,07–486,93 ton/ha/tahun. Model SWAT menghasilkan nilai sedimen yang bervariasi antar HRU sesuai dengan kondisi penutupan lahan dan kelerengan. HRU yang di dominasi pertanian lahan kering campur menunjukkan tingkat sedimentasi lebih tinggi dibandingkan HRU berhutan. Faktor utama yang mempengaruhi besaran sedimen adalah curah hujan, kelerengan, jenis tanah, serta perubahan penutupan lahan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa nilai sedimen pada DAS Suso sangat tinggi sehingga diperlukan perencanaan strategi pengelolaan DAS secara berkelanjutan guna menekan laju sedimentasi dan menjaga fungsi hidrologis wilayah.

Keyword : Sedimentasi, SWAT, DAS Suso, HRU, Erosi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Sedimentation, SWAT, Suso Watershed, HRU, Erosion.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 29 Apr 2026 00:52
Last Modified: 29 Apr 2026 00:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55453

Actions (login required)

View Item
View Item