Iqbal, Muhammad (2026) Keanekaragaman jenis burung untuk pengembangan potensi Ekowisata Birdwatching di Desa Tondongkura = Bird Species Diversity for the Development of Birdwatching Ecotourism Potential in Tondongkura Village, Pangkep Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011191080-Cover.jpeg
Download (96kB) | Preview
M011191080-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (1MB)
M011191080-dp(FILEminimizer).pdf
Download (376kB)
M011191080-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 4 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MUHAMMAD IQBAL. Keanekaragaman Jenis Burung untuk Pengembangan Potensi Ekowisata Birdwatching di Desa Tondongkura, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Asrianny). ABSTRAK Latar belakang. Keanekaragaman Jenis Burung untuk Pengembangan Potensi Ekowisata Birdwatching di Desa Tondongkura, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis burung di kawasan hutan Desa Tondongkura sebagai basis data fundamental bagi pengembangan ekowisata pengamatan burung (birdwatching). Metode. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025 di tiga jalur pengamatan, yaitu jalur Karube, Valle, dan Dengeng, dengan menggunakan metode line transect. Parameter yang diamati meliputi kekayaan jenis, kelimpahan individu, frekuensi perjumpaan, serta status konservasi satwa. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 26 jenis burung yang tergolong ke dalam 20 famili dengan total 300 individu. Indeks keanekaragaman pada ketiga jalur pengamatan berada pada kategori sedang (1 < H’ < 3), dengan nilai tertinggi tercatat di jalur Karube (H’ = 2,67) dan terendah di jalur Dengeng (H’ = 2,48). Berdasarkan kategori pola pakan (feeding guild), komunitas burung didominasi oleh kelompok insektivora (31%), diikuti oleh nektarivora dan frugivora. Dari aspek konservasi, ditemukan 7 jenis burung endemik Sulawesi dan 3 jenis burung yang berstatus dilindungi berdasarkan Permen LHK No. 106 Tahun 2018, yaitu Elang Ular Sulawesi (Spilornis rufipectus), Elang Hitam (Ictinaetus malaiensis), dan Elang Tikus (Elanus caeruleus). Kesimpulan. Tingginya proporsi jenis endemik dan keberadaan spesies dilindungi mengindikasikan bahwa ekosistem hutan Desa Tondongkura memiliki nilai ekologis yang signifikan dan potensi atraksi visual yang memadai untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi.
Kata Kunci: Birdwatching, Desa Tondongkura, Ekowisata, Endemik, Keanekaragaman Jenis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Birdwatching, Tondongkura Village, Ecotourism, Endemic, Species Diversity. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 07:12 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 07:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55435 |
