H., MAQBUL (2025) Preferensi Sosial Pemilih Kotak Kosong Pada Pilkada Kota Makassar Tahun 2018 = Social Preferences of None Candidate Voters in the Local Election of Makassar 2018. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
E032221014-zJnVKUcfOv1iLuZG-20260312090819.jpg
Download (307kB) | Preview
E032221014-1-2.pdf
Download (508kB)
E032221014-dp.pdf
Download (151kB)
E032221014-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 December 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Pilkada Kota Makassar tahun 2018 mencatatkan fenomena unik dalam sejarah demokrasi Indonesia ketika kotak kosong berhasil mengalahkan pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dengan perolehan suara 300.795 (53,23%) berbanding 264.245 (46,77%). Kemenangan kotak kosong ini terjadi setelah pasangan Danny Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAmi) didiskualifikasi melalui putusan Mahkamah Agung, menjadikan Appi-Cicu sebagai calon tunggal. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang preferensi sosial masyarakat Makassar dalam menentukan pilihan politiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan motivasi dan harapan masyarakat Kota Makassar yang memilih kotak kosong daripada pasangan calon pada Pilkada 2018. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sosiologi politik, berlandaskan Teori Tindakan Rasional Max Weber dan Teori Pilihan Rasional James S. Coleman. Kedua teori ini digunakan untuk memahami rasionalitas di balik pilihan pemilih, baik dari aspek rasionalitas instrumental maupun rasionalitas berorientasi nilai. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi pemilih kotak kosong, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah daerah, anggota KPU Makassar, politisi lokal, jurnalis, pengamat politik, dan akademisi. Data sekunder diperoleh melalui dokumentasi berupa dokumen resmi, karya ilmiah, dan publikasi media massa. Analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Penelitian ini mengeksplorasi konteks sosial-politik Kota Makassar yang kompleks, termasuk dinamika hubungan antara Danny Pomanto dengan tokoh-tokoh politik lokal, khususnya Ilham Arief Sirajuddin (IAS), serta konsolidasi kekuatan politik yang terjadi menjelang Pilkada 2018. Analisis mencakup faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pemilih, seperti ketidakpuasan terhadap kandidat, protes terhadap sistem politik, kepercayaan politik, partisipasi politik alternatif, serta harapan akan perubahan kualitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan daerah. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu sosiologi politik, khususnya dalam memahami perilaku pemilih dan dinamika demokrasi lokal di Indonesia. Secara praktis, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pelaku politik, pembuat kebijakan, dan KPU dalam memahami aspirasi masyarakat serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. Fenomena Pilkada Makassar 2018 menjadi cerminan penting tentang partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi dan pergeseran cara masyarakat menyampaikan aspirasi politiknya.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pilkada, Kotak Kosong, Preferensi Sosial, Motivasi Pemilih, Harapan Masyarakat, Tindakan Rasional, Demokrasi Lokal, Makassar |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 07:10 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 07:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55393 |
