HANDOKO, ADI INGGIT (2026) Transformasi Komunikasi Keluarga Dalam Penanaman Budaya dan Nilai Adat Melayu: Studi Indigenous Knowledge Masyarakat Adat dan Perkotaan di Sumatera Selatan = The Transformation of Family Communication in the Transmission of Malay Cultural Traditions and Values: An Indigenous Knowledge Study of Indigenous and Urban Communities in South Sumatra. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
E033221005-BoE6CHJnFVK5Y9Dm-20260129192743.jpg
Download (440kB) | Preview
E033221005-1-2.pdf
Download (2MB)
E033221005-dp.pdf
Download (297kB)
E033221005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 January 2028.
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki fungsi strategis dalam proses pewarisan nilai, norma, dan identitas budaya. Dalam masyarakat tradisional, keluarga bukan hanya institusi biologis, tetapi juga secara kultural tempat berlangsungnya transmisi nilai-nilai sosial yang menjadi dasar kehidupan kolektif. Proses pewarisan ini tidak terjadi secara instan, tetapi melalui serangkaian interaksi, simbol, narasi, dan ritual yang terstruktur dalam sistem komunikasi keluarga. Penelitian ini berfokus pada masyarakat Melayu Islam Palembang dan Masyarakat Besemah Tebat Benawa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini family communication pattern, Cultural Identity Theory, Collective Memory, Transactive Memory Theory, Ethnic Group and Boundries, dan intergenerational transmission Theory. Metode, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan studi dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Melayu Palembang cenderung berpegang pada nilai-nilai budaya yang berakar pada sistem Islam, sedangkan masyarakat Besemah Tebat Benawa lebih mengacu pada sistem budaya lokal adat Besemah. Pola komunikasi keluarga (family communication pattern) pada masyarakat Melayu Islam Palembang cenderung pluralistik dan konsensual, sementara pada masyarakat Besemah Tebat Benawa dominan pada tipe konsensual. Proses transmisi antar generasi (intergenerational transmission) berlangsung secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, transmisi terjadi baik melalui jalur geneologis maupun non-geneologis, dengan mekanisme berupa intensitas komunikasi anak–orang tua, perilaku meniru, serta pengalihan kepemilikan harta dan tanggung jawab. Adapun secara horizontal, transmisi dipengaruhi oleh interaksi dalam lingkungan bermain dan budaya merantau.Transformasi komunikasi keluarga ditemukan dipicu oleh beberapa faktor, antara lain penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi,gaya hidup dan pergeseran peran ibu dari ranah domestik ke publik, perubahan orientasi nilai, keterbatasan pengetahuan terhadap nilai budaya, mobilitas dan tradisi merantau, serta ketiadaan budaya yang secara kuat mengikat
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Besemah, Indigenous Knowledge, Komunikasi Keluarga, Melayu Palembang, |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 07:02 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 07:02 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55387 |
