MUHAJIR, FACHRIL (2026) KAJIAN BIOEKOLOGI HABITAT DAN IDENTIFIKASI ZONA LINDUNG IKAN MALAJA (Siganus Canaliculatus. Park, 1797) DI KABUPATEN LUWU SULAWESI SELATAN = STUDY ON HABITAT BIOECOLOGY AND PROTECTED ZONE IDENTIFICATION OF MALAJA FISH (Siganus canaliculatus, Park 1797) IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L032212003-Cover.jpg
Download (281kB) | Preview
L032212003-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (410kB)
L032212003-dp(FILEminimizer).pdf
Download (213kB)
L032212003-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 16 April 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Muhajir, Fachril. Kajian Bioekologi Habitat dan Identifikasi Zona Lindung Ikan Malaja (siganus canaliculatus Park, 1797) di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Sulawesi Selatan. (Dibimbing oleh Chair Rani dan Ahmad Faizal). Populasi ikan Malaja (Siganus canaliculatus) merupakan spesies herbivora penting dan komoditas bernilai ekonomis di pesisir Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Populasi ikan ini telah mengalami penurunan akibat eksploitasi berlebihan dan degradasi habitat. Penelitian ini bertujuan menentukan kawasan lindung melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan aspek bioekologi habitat dan bioekologi ikan Malaja di perairan Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Studi ini menganalisis kondisi habitat mangrove dan padang lamun, bioekologi populasi ikan Malaja, serta perubahan spasial-temporal selama 20 tahun (2004–2024). Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk mengkaji parameter bioekologi mangrove, lamun dan ikan Malaja, penginderaan jauh multitemporal (Landsat) dengan algoritma NDVI dan Lyzenga untuk memetakan perubahan tutupan habitat, serta analisis multikriteria dan SIG untuk menentukan zona lindung dengan mempertimbangkan kriteria ekologi dan aktivitas antropogenik. Hasil menunjukkan bahwa ekosistem mangrove didominasi Rhizophora mucronata, dan lamun didominasi Enhalus acroides. Selama 20 tahun terjadi degradasi luasan mangrove dan lamun masing-masing sebesar 22% dan 28% akibat konversi lahan, sedimentasi dan pembangunan pesisir. Populasi ikan Malaja didominasi ukuran juvenil dan remaja dengan nisbah kelamin secara nyata didominasi oleh ikan jantan. Tingkat kematangan gonad populasi ikan Malaja di dominasi oleh TKG awal (TKG I dan TKG II) mengindikasikan sampling yang dilakukan belum masuk fase reproduksi. Berdasarkan analisis multikriteria, Sebagian Zona 1 dan 2 (Desa Karang-karangan) diusulkan sebagai zona lindung seluas 297,26 ha dengan tingkat kesesuaian masing-masing sebesar 78,4 % dan 94%.
Kata kunci: Ikan Malaja, Siganus canaliculatus, bioekologi habitat, penginderaan jauh, degradasi mangrove, degradasi lamun, kawasan lindung.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Malaja fish, Siganus canaliculatus, habitat bioecology, remote sensing, mangrove degradation, seagrass degradation, protected area. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 06:29 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 06:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55385 |
