HAQ, ALIYAH AZHIM (2026) Pengaruh Pemberian Beta Karoten dari Labu Kuning (Cucurbita moschata) Terhadap Percepatan Molting, Faktor Kondisi dan Mortalitas Burayak Lobster Air Tawar = The Effect of Beta Carotene Extract from Pumpkin (Cucurbita moschata) on Molting Rate, Condition Factor and Mortality of Freshwater Crayfish Juveniles (Cherax quadricarinatus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L031221069-Cover.jpg
Download (382kB) | Preview
L031221069-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (334kB)
L031221069-dp(FILEminimizer).pdf
Download (160kB)
L031221069-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 21 January 2028.
Download (698kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi dan semakin banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun, kegiatan budidayanya masih menghadapi kendala utama berupa tingginya mortalitas yang berkaitan dengan kegagalan molting dan kanibalisme. Individu yang sedang molting berada pada fase rentan karena cangkang belum mengeras, sehingga mudah diserang sesama lobster. Mengingat molting berperan penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup, diperlukan upaya untuk meningkatkan keberhasilan proses tersebut demi mendukung efektivitas budidaya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian beta-karoten dari ekstrak labu kuning terhadap kecepatan molting, faktor kondisi, dan mortalitas. Penggunaan beta-karoten dieksplorasi karena fungsinya sebagai prekursor vitamin A dan antioksidan alami yang esensial untuk mendukung regenerasi sel dan pembentukan eksoskeleton. Metode. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2025 di Unit Penangkaran Lobster Air Tawar milik BUMDES Bumi Paccellekang Sejahtera, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallasang, Kabupaten Gowa. Hewan uji yang digunakan adalah burayak lobster air tawar berumur 5 hari yang ditebar sebanyak 360 ekor. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dosis beta-karoten dengan masing-masing 3 ulangan yaitu 0, 5, 10, dan 15 ppm. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beta-karoten dari labu kuning berpengaruh sangat nyata (p<0,01) pada mortalitas dan berpengaruh nyata (p<0,05) pada kecepatan molting dengan dosis terbaik pada 15 ppm dengan kecepatan molting tersingkat 2,66 hari dan mortalitas 21%. Faktor kondisi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada semua perlakuan (P>0,05). Kesimpulan. Berdasarkan hasil pengamatan disimpulkan bahwa pemberian dosis beta-karoten dari labu kuning terbaik dihasilkan pada dosis 15 ppm.
Keyword : Burayak lobster air tawar, beta-karoten, percepatan molting, faktor kondisi, mortalitas.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Freshwater crayfish juveniles, beta-carotene, molting rate, condition factor, mortality. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 06:21 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 06:21 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55380 |
