Legitimasi Peran To Parenge' Sebagai Representasi Politik Masyarakat Adat di Kabupaten Toraja Utara = The Legitimacy of the To Parenge' Role as a Political Representation of Indigenous Communities in North Toraja Regency


RANTESAKKA, PAULIN INDRI (2026) Legitimasi Peran To Parenge' Sebagai Representasi Politik Masyarakat Adat di Kabupaten Toraja Utara = The Legitimacy of the To Parenge' Role as a Political Representation of Indigenous Communities in North Toraja Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
E041221037-AI8kfu75yRGvNEFD-20260309153604.jpeg

Download (46kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
E041221037-1-2.pdf

Download (297kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
E041221037-dp.pdf

Download (117kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
E041221037-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 February 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK PAULIN INDRI RANTESAKKA – E041221O37. Legitimasi Peran To Parenge' Sebagai Representasi Politik Masyarakat Adat di Kabupaten Toraja Utara.Dibawah bimbingan Endang Sari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan legitimasi peran To Parenge' sebagai representasi politik masyarakat adat di Kabupaten Toraja Utara dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis.Melalui observasi dan wawancara mendalam dengan berbagai informan yaitu To Parenge’, pemerintah daerah (Camat dan Kepala Lembang), budayawan, hingga pemilih pemula, penelitian ini mengungkap bahwa otoritas tradisional To Parenge' tetap eksis dan memiliki pengaruh signifikan dalam menavigasi dinamika sosial-politik di era modern.Analisis data dilakukan dengan merujuk pada kerangka teori dualisme kekuasaan Michel Foucault dan kekuasaan simbolik Pierre Bourdieu. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa To Parenge’ memegang peranan sentral sebagai representasi politik melalui penggunaan kekuasaan simbolik yang bersumber dari modal budaya dan silsilah Tongkonan. Legitimasi To Parenge’ tidak didasarkan pada mandat elektoral, melainkan pada internalisasi nilai-nilai Tallu Bakka’ (Kina’, Barani, Sugi’) dan pengakuan kolektif terhadap peran mereka sebagai pengayom (untarek lindopio’). Dinamika antara otoritas adat dan pemerintah formal menciptakan jaringan kekuasaan yang saling menopang, di mana pemerintah membutuhkan dukungan kultural To Parenge’ untuk efektivitas kebijakan, sementara To Parenge’ menggunakan ruang formal (seperti Musrenbang) untuk menyuarakan aspirasi adat. Secara praktis, To Parenge’ berfungsi sebagai "kompas politik" yang memengaruhi pilihan masyarakat dalam momen demokrasi formal seperti Pilkada, menunjukkan bahwa otoritas tradisional tetap menjadi pilar stabilitas sosial-politik di Toraja Utara

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: To Parenge', legitimasi, representasi politik, masyarakat adat, Toraja Utara
Subjects: J Political Science > JC Political theory
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 23 Apr 2026 06:10
Last Modified: 23 Apr 2026 06:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55376

Actions (login required)

View Item
View Item