A, NUR FATTAH ASHARI (2026) Evaluasi Kualitas Spermatozoa Induk Jantan Udang Windu (Penaeus monodon) Yang Diberi Suplemen Berbasis Limbah Jeroan Teripang = Evaluation of Sperm Quality in Male Tiger Shrimp (Penaeus monodon) Fed with Sea Cucumber Viscera Waste-Based Supplement. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L031221051-Cover.png
Download (216kB) | Preview
L031221051-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (353kB)
L031221051-dp(FILEminimizer).pdf
Download (128kB)
L031221051-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 4 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kualitas spermatozoa induk jantan merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembenihan udang windu (Penaeus monodon). Rendahnya kualitas spermatozoa, yang ditandai oleh tingginya persentase abnormalitas serta kualitas spermatofor yang kurang baik, dapat menurunkan tingkat fertilisasi. Suplementasi limbah jeroan teripang pada pakan berpotensi meningkatkan kualitas reproduksi induk jantan melalui kandungan nutrisi, asam lemak esensial, dan hormon androgen alami. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dosis suplemen limbah jeroan teripang terhadap kualitas spermatozoa induk jantan udang windu yang ditinjau dari persentase abnormalitas spermatozoa dan karakteristik warna spermatofor. Metode. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu pakan tanpa suplemen (kontrol), dosis 30 (B), dan dosis 60 ml/kg pakan (C), masing-masing dengan tiga ulangan. Sebanyak 27 ekor induk jantan udang windu dipelihara selama 30 hari dan diberi pakan ikan rucah yang dicampur suplemen sesuai perlakuan. Parameter yang diamati meliputi warna spermatofor secara morfologis dan persentase abnormalitas spermatozoa yang diiamati dibawah haemocytometer menggunakan mikroskop. Data dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji W-Tukey. Hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian suplemen limbah jeroan teripang berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap persentase abnormalitas spermatozoa induk jantan udang windu. Perlakuan dosis 30 mL/kg pakan menghasilkan persentase abnormalitas terendah sebesar 27,5%, diikuti perlakuan 60 mL/kg pakan sebesar 37,9%, dan perlakuan kontrol sebesar 42,6%. Secara morfologis, spermatofor dengan warna putih pekat (opaque white) lebih dominan ditemukan pada perlakuan 30 mL/kg pakan, sedangkan spermatofor bening lebih banyak ditemukan pada perlakuan kontrol dan dosis tertinggi, pada perlakuan 60 mL/kg juga memberikan setidaknya 2 spermatofor termelanisasi. Kesimpulan. Suplemen limbah jeroan teripang dengan dosis 30 ml/kg pakan merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan kualitas spermatozoa induk jantan udang windu.
Keyword : abnormalitas spermatozoa, jeroan teripang, spermatofor, udang windu.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sperm abnormality, sea cucumber viscera, spermatophore, tiger shrimp. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 06:08 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 06:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55375 |
