A, TISYA (2026) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP PERCEPATAN MOLTING, FAKTOR KONDISI DAN PENURUNAN MORTALITAS BURAYAK LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) = THE EFFECT OF BILIMBI LEAF EXTRACT (Averrhoa bilimbi L) ON MOULTING RATE, CONDITION FACTOR AND MORTALITY REDUCTION OF FRESH WATER CRAYFISH (Cherax quadricarinatus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L031221014-Cover.jpeg
Download (128kB) | Preview
L031221014-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (313kB)
L031221014-dp(FILEminimizer).pdf
Download (156kB)
L031221014-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 16 April 2028.
Download (678kB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan udang konsumsi yang menjadi salah satu komoditas perikanan tawar yang sudah dikembangkan untuk budidaya di Indonesia sejak tahun 2000. Keberhasilan budidaya lobster air tawar sangat dipengaruhi oleh ketersediaan benih yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, memperoduksi benih lobster air tawar secara maksimal diperlukan optimalisasi lingkungan dan perbaikan nutrisi pakan. Salah satu sumber nutrisi yang dapat diberikan yaitu ekstrak daun belimbing wuluh. Metode. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2025 di Unit Penangkaran Lobster Air Tawar milik BUMDES Bumi Pacellekang Sejahtera, Desa Pacellekang, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Burayak lobster air tawar ditebar dengan kepadatan 30 ekor/wadah pada wadah pemeliharaan berupa baskom plastik hitam bervolume 30 L yang diisi air media sebanyak 10 L. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan mempunyai 3 ulangan, yaitu 0 ppm, 20 ppm, 40 ppm dan 60 ppm. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA). Oleh karena terdapat pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji W-Tukey. Sebagai alat bantu untuk statistik tersebut digunakan program SPSS dengan versi 29,0. Adapun Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun belimbing wuluh berpengaruh nyata (p<0,05) pada percepatan molting dan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) pada mortalitas tetapi tidak berpengaruh nyata (p˃0,05) pada faktor kondisi lobster air tawar. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun belimbing wuluh terbaik pada percepatan molting dihasilkan pada dosis 40 ppm dan pada penurunan mortalitas dihasilkan pada dosis 60 ppm.
Kata kunci: ekstrak daun belimbing wuluh, faktor kondisi, lobster air tawar, penurunan mortalitas, percepatan molting.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bilimbi extract, condition factor, fresh water crayfish, mortality reduction, molting rate. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 05:09 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 05:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55355 |
