SYAM, CHAIDIR (2026) PARTAI POLITIK DALAM PERSPEKTIF DEMOKRASI STUDI FENOMENOLOGI CALON TUNGGAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN MAROS TAHUN 2024 = Political Parties in the Perspective of Democracy Phenomenological Study of Single Candidates in the 2024 Maros Regency Regional Head Election. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
E053222001-AdpiQn8hZ29C3Rfj-20260226142730.jpg
Download (833kB) | Preview
E053222001-1-2.pdf
Download (631kB)
E053222001-dp.pdf
Download (33kB)
E053222001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 February 2028.
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
A.S Chaidir Syam, Partai Politik Dalam Perspektif Demokrasi Studi Fenomenologi Calon Tunggal Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Maros Tahun 2024 (Dibimbing oleh Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si, Prof. Dr. Gustiana A. Kambo, M.Si & Dr. Andi Lukman Irwan, M.Si) Penelitian ini berangkat dari fenomena munculnya calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Maros 2024, yang menandai absennya kompetisi elektoral dalam politik lokal. Kondisi ini tidak semata akibat tingginya elektabilitas petahana, melainkan hasil konfigurasi kekuasaan yang terstruktur melalui dominasi sumber daya politik, konsolidasi partai, serta relasi kuasa dengan aparatur pemerintahan dan elite lokal. Penelitian bertujuan mengkaji faktor penyebab calon tunggal, menganalisis relasi kuasa antara pasangan calon dan partai pengusung, serta menilai implikasinya terhadap kualitas demokrasi lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus single case–multi analysis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aktor politik, elite partai, penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat, dan pemilih, serta diperkuat observasi lapangan dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui pengkodean, pengembangan tema, dan pengelompokan temuan ke dalam kluster teori. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, dominasi modal politik petahana berupa penguasaan jaringan partai, aparatur daerah, dan dukungan elite menutup ruang kompetisi sejak tahap pencalonan. Kedua, relasi kuasa antara calon dan partai bersifat asimetris dan akomodatif; partai memilih koalisi besar untuk meminimalkan risiko elektoral, bukan sebagai arena rekrutmen politik. Ketiga, fenomena calon tunggal mempersempit kualitas demokrasi lokal, ditandai terbatasnya pilihan pemilih, partisipasi yang mudah diarahkan, lemahnya fungsi kolom kosong, serta menurunnya mekanisme pengawasan. Secara teoretik, penelitian ini memperkuat relevansi teori modal politik, pilihan rasional, patron–klien, dan demokrasi substantif. Konseptualnya, calon tunggal bukan anomali elektoral, melainkan produk interaksi struktur kekuasaan, rasionalitas elite, dan pelemahan demokrasi substantif dalam politik lokal Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Calon Tunggal, Pilkada, Relasi Kuasa, Demokrasi Lokal, Politik Lokal |
| Subjects: | J Political Science > JC Political theory |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 01:05 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 01:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55329 |
