TATING, SITTI RAHMAH (2026) Potensi Kekayaan Kuliner Indonesia dalam Menunjang Gastrodiplomasi = The Potential of Indonesia's Culinary Wealth to Support Gastrodiplomacy. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E061211014-Ul3W2EON7rDR4fkm-20260305142224.jpg
Download (255kB) | Preview
E061211014-1-2.pdf
Download (271kB)
E061211014-dp.pdf
Download (146kB)
E061211014-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 February 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gastrodiplomasi Indonesia sebagai bagian dari diplomasi budaya dalam konteks hubungan internasional. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) dasar pelaksanaan gastrodiplomasi Indonesia sebagai bagian dari praktik diplomasi budaya, serta (2) strategi implementasi gastrodiplomasi Indonesia melalui kuliner di kawasan Eropa, khususnya di Belanda, Jerman, dan Belgia. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis praktik gastrodiplomasi Indonesia melalui kuliner di kawasan Eropa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur, yang bersumber dari berbagai bahan pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, laporan resmi, dokumen kebijakan, serta sumber daring yang relevan dengan kajian public diplomacy, gastrodiplomasi, dan kuliner Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan mengaitkan data yang diperoleh pada kerangka konseptual public diplomacy dan gastrodiplomasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekayaan dan keberagaman kuliner Indonesia memiliki potensi strategis dalam menunjang pelaksanaan gastrodiplomasi sebagai bagian dari diplomasi budaya. Implementasi gastrodiplomasi Indonesia di kawasan Eropa berlangsung melalui pelibatan aktor negara dan non-negara, khususnya diaspora Indonesia dan pelaku usaha kuliner, serta pemanfaatan ruang publik seperti restoran dan festival kuliner. Karakter budaya konsumsi masyarakat Belanda, Jerman, dan Belgia yang relatif terbuka terhadap kuliner non-lokal turut menciptakan kondisi sosial yang mendukung pelaksanaan gastrodiplomasi Indonesia di kawasan Eropa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gastrodiplomasi, Public Diplomacy, Kuliner Indonesia, Eropa |
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 00:24 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 00:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55314 |
