Kondisi Tumbuhan Lamun di Perairan Keruh Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan = Condition of Seagrass in Turbid Waters of Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan Province


SALIM, DAFIUDDIN (2026) Kondisi Tumbuhan Lamun di Perairan Keruh Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan = Condition of Seagrass in Turbid Waters of Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan Province. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L013212001-Cover.jpeg

Download (274kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L013212001-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (980kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L013212001-dp(FILEminimizer).pdf

Download (341kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L013212001-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 22 December 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Tumbuhan lamun merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang memiliki rhizoma (rimpang), daun, dan akar. Tumbuhan ini secara fisiologis telah beradaptasi di perairan laut. Tumbuhan lamun sangat penting bagi lingkungan sekitar maupun biota yang ada didalamnya. Pertumbuhan lamun sangat dipengaruhi beberapa faktor lingkungan. Berdasarkan studi pendahuluan, keberadaan habitat lamun di perairan Kabupaten Tanah Bumbu ditemukan di perairan laut, perairan selat dan perairan tambak. Keberadaan tumbuhan lamun di perairan ini terbilang unik, karena dapat beradaptasi di perairan perairan keruh dan ditemukannya spesies lamun dari genus Ruppia, Untuk itu, sangat penting untuk melakukan lebih banyak penelitian lamun di daerah ini untuk mengisi kesenjangan pemahaman tumbuhan lamun di perairan di Indonesia, khususnya di perairan Kalimantan Selatan. Tujuan Penelitian. Menganalisis kondisi eksisting habitat lamun di perairan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Metode. Penelitian ini dilakukan secara eksploratif-deskriptif dengan berusaha mengekplorasi dan mendeskripsikan kondisi eksisting habitat lamun. Pengumpulan data dilakukan dengan citra satelit dan drone dilakukan untuk menganalis luasan lamun dan dampak konversi lahan di daerah aliran Sungai (DAS). Survei lapangan dilakukan untuk mengamati kondisi lamun, pengambilan sampel air, sedimen dan sampel lamun. Analisis di laboratorium dilakukan untuk memperoleh data kualitas air dan sedimen serta data genetik lamun khusus spesies Ruppia brevipedunculata sebagai spesies baru yang ditemukan di perairan ini. Hasil. Habitat tumbuhan lamun di perairan Kabupaten Tanah Bumbu menghadapi berbagai potensi ancaman meliputi faktor hidro-meteorologi, peningkatan sedimentasi dan kekeruhan yang kuat terkait dengan perubahan penggunaan lahan di wilayah DAS. Keberadaan habitat lamun di perairan ini tersebar di perairan laut (47,29 ha), selat (916,48 m2) dan tambak (28488,5 m2). Jenis lamun yang ditemukan, di perairan laut yakni Halodule uninervis, Halophila ovalis, dan Syringodium isoetifolium sedangkan di perairan selat yakni Enhalus acoroides dan tambak yakni Ruppia brevipedunculata. Di perairan laut, vegetasi lamun sensitif terhadap perubahan lingkungan, di mana hampir semua vegetatif lamun berkorelasi positif dengan bahan organik dan pH air namun berkorelasi negatif dengan parameter kekeruhan dan nutrien. Di perairan selat, sebagian besar vegetatif lamun menunjukkan korelasi positif secara signifikan dengan parameter nutrien baik terlarut maupun pada sedimen, kecerahan dan tekstur lumpur. Di perairan tambak, vegetatif dari tumbuhan lamun merespon semua parameter lingkungan secara signifikan pada masing-masing musim. Tumbuhan akuatik bawah air dari tambak budidaya di zona intertidal Kalimantan Selatan diidentifikasi sebagai lamun R. brevipedunculata, yang tumbuh secara monospesies. Kesimpulan. Kondisi status habitat lamun di perairan laut relatif stabil hingga mengalami degradasi spesies, sedangkan di perairan selat dan tambak termasuk stabil. Pengelolaan kawasan pesisir yang terpadu diperlukan untuk menjaga kelestarian dan meningkatkan peranan ekosistem di perairan Kabupaten Tanah Bumbu demi kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan umat manusia.

Keyword : Citra satelit; kondisi lamun; penginderaan jauh, Ruppia brevipedunculata, Tambak; Tanah Bumbu.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Satellite imagery; seagrass condition; remote sensing; Ruppia brevipedunculata; aquaculture ponds; Tanah Bumbu.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 23 Apr 2026 00:17
Last Modified: 23 Apr 2026 00:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55313

Actions (login required)

View Item
View Item