Laju filtrasi Kerang Dara (Anadara granosa) dan Laju Pertumbuhan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) dengan Dosis Pakan Berbeda dan Penambahan Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Pada Sistem Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) = Filtration Rate Of Blood Cockle (Anadara Granosa) and Growth Performance Of Saline Tilapia (Oreochromis Niloticus) Fed Different Feeding Rates with The Addition Of Seaweed (Gracilaria Verrucosa) In An Integrated Multi-Trophic Aquaculture system (IMTA)


PUTRI, ASTI ASTUTI (2026) Laju filtrasi Kerang Dara (Anadara granosa) dan Laju Pertumbuhan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) dengan Dosis Pakan Berbeda dan Penambahan Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Pada Sistem Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) = Filtration Rate Of Blood Cockle (Anadara Granosa) and Growth Performance Of Saline Tilapia (Oreochromis Niloticus) Fed Different Feeding Rates with The Addition Of Seaweed (Gracilaria Verrucosa) In An Integrated Multi-Trophic Aquaculture system (IMTA). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L012232032-Cover.jpeg

Download (70kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L012232032-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (391kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L012232032-dp(FILEminimizer).pdf

Download (196kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L012232032-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 3 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Asti Astuti Putri. L012232032 berjudul “Laju filtrasi Kerang Dara (Anadara granosa) dan Laju Pertumbuhan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) dengan Dosis Pakan Berbeda dan Penambahan Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Pada Sistem Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA)” dibimbing oleh Ambo Tuwo dan Hasni Yulianti Azis. Latar Belakang: Budidaya ikan nila secara intensif menghasilkan limbah nutrien berupa nitrogen dan fosfor yang berpotensi menurunkan kualitas perairan. Sistem Integrated Multi-Trophic Aquaculturemerupakan pendekatan budidaya berkelanjutan yang mengintegrasikan organisme pada tingkat trofik berbeda untuk memanfaatkan limbah nutrien secara optimal. Kerang dara (A. granosa) sebagai organisme filter feeder dan rumput laut (G. verrucosa) sebagai penyerap nutrien anorganik berpotensi meningkatkan efisiensi ekologis sistem budidaya. Tujuan: (1) menganalisis laju filtrasi kerang dara (A. granosa) pada sistem IMTA; dan (2) menganalisis efisiensi reduksi nutrien kerang dara (A. granosa) pada sistem IMTA;dan (3) menganalisis efektivitas laju pertumbuhan ikan nila salin (Oreochromis niloticus) dengan dosis pakan berbeda dan penambahan rumput laut pada sistem IMTA. Metode: Penelitian ini menggunkaan metode eksperimen dan dilaksanakan pada Januari–Maret 2025 menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan, yaitu dosis pakan 5%, 10%, dan 15% biomassa ikan tanpa dan dengan penambahan rumput laut, masing-masing lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju filtrasi kerang dara, efisiensi reduksi nutrien amoniak (NH₃) dan fosfat (PO₄³⁻), tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan bobot mutlak, Feed Conversion Ratio (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), serta kualitas air. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan ANOVA serta Principal Component Analysis (PCA). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju filtrasi tertinggi kerang dara diperoleh pada dosis pakan 10% dengan nilai rata-rata 42,50 ml/jam. Efisiensi reduksi amoniak berkisar antara 40–70% dengan rata-rata ±61,9%, sedangkan efisiensi reduksi fosfat mencapai ±43%. Tingkat kelangsungan hidup ikan nila tertinggi (96,67%) diperoleh pada perlakuan pakan 5% dengan penambahan rumput laut. Pertumbuhan tertinggi ikan nila dicapai pada dosis pakan 15% tanpa rumput laut, sedangkan efisiensi pakan terbaik diperoleh pada dosis pakan 10% tanpa rumput laut yang ditunjukkan oleh nilai FCR terendah dan EPP tertinggi. Analisis PCA menunjukkan bahwa penambahan rumput laut berasosiasi dengan peningkatan oksigen terlarut dan penurunan amoniak dalam media budidaya. Kesimpulan: Sistem IMTA berbasis ikan nila, kerang dara, dan rumput laut mampu meningkatkan efisiensi ekologis budidaya melalui peningkatan laju filtrasi, reduksi nutrien, dan perbaikan kualitas air. Dosis pakan 10% merupakan perlakuan paling efisien dalam mendukung keseimbangan antara pertumbuhan ikan dan keberlanjutan lingkungan budidaya.

Kata Kunci: IMTA, kerang dara, ikan nila salin, laju filtrasi, efisiensi nutrien, rumput laut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: IMTA, blood cockle, saline tilapia, filtration rate, nutrient efficiency, seaweed.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 22 Apr 2026 02:39
Last Modified: 22 Apr 2026 02:39
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55301

Actions (login required)

View Item
View Item