SARI, NUR RAHMA (2026) Efektivitas Nanopartikel Perak-Kitosan terhadap Respon Imun dan Performa Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) yang Diinfejsi Bakteri Vibrio harveyi = Effectiveness of Oyster Shells Chitosan-Silver Nanoparticles on Immune Response and Performance of Vanname Shrimp ( Litopenaeus vanname) 2Infected by Vibrio harveyi. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012232007-Cover.jpg
Download (468kB) | Preview
L012232007-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (357kB)
L012232007-dp(FILEminimizer).pdf
Download (221kB)
L012232007-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 6 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan. Industri budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) menghadapi tantangan serius, khususnya penyakit vibriosis yang disebabkan oleh V. harveyi yang dapat menimbulkan tingkat kematian hingga 80–100%. Penggunaan antibiotik yang berlebihan untuk mengatasi vibriosis mendorong kebutuhan akan alternatif yang ramah lingkungan, seperti nanopartikel kitosan yang berasal dari limbah cangkang tiram (Crassostrea bilineata) (AgNPs-CT). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimal nanopartikel kitosan cangkang tiram dalam pakan formulasi guna meningkatkan respon imun dan menganalisis performa udang vannamei yang terinfeksi V. harveyi. Metode. Metode yang digunakan adalah desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan (kontrol, 75, 150, dan 225 ml AgNPs-CT per 2 kg pakan) dan 4 ulangan. Parameter respon imun yang diamati meliputi Total Hemocyte Count (THC), Differential Hemocyte Count (DHC) (semi-granular, granular, dan hyaline), serta Aktivitas Fagositik (PA) yang diukur pada waktu 0, 24, 48 dan 120 jam setelah injeksi bakteri. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nanopartikel kitosan cangkang tiram berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap THC, DHC, dan PA. Dosis 150 ml NPs terbukti optimal dengan menghasilkan THC tertinggi (9,27 ± 0,13 × 106 sel/ml) dan PA tertinggi (9,27 ± 0,13 × 106 sel/ml) pada 48 jam pasca injeksi. Dosis ini juga memberikan nilai DHC paling baik dengan mempertahankan proporsi tinggi sel granular dan semi-granular yang berhubungan dengan peningkatan aktivitas fagositik. Tingkat kelangsungan hidup udang (SR) selama 60 hari pemeliharaan tidak berbeda secara signifikan antar perlakuan (p > 0,05), berkisar antara 84% hingga 92%. Kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, nanopartikel kitosan cangkang tiram sangat menjanjikan sebagai bahan tambahan pakan imunostimulan, dengan dosis 150 ml direkomendasikan untuk meningkatkan sistem pertahanan udang vannamei secara efektif dan berkelanjutan terhadap infeksi V. harveyi.
Keyword : Cangkang tiram, Litopenaus vanname, Nanopartikel perak, Vibrio harveyi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Litopenaeus vanname, Oyster shell, silver nanoparticle, Vibrio harveyi. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 02:28 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 02:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55297 |
