RUSTAM, MUH. ILHAM (2026) Analisis Willingness To Accept (WTA) Untuk Keberlanjutan Budidaya Rumput Laut di Kepulauan Spermonde Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan = Analysis of Willingness To Accept (WTA) for the Sustainability of Seaweed Farming in the Spermonde Islands, Pangkajene and Islands Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L011211045-Cover.jpg
Download (390kB) | Preview
L011211045-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (488kB)
L011211045-dp(FILEminimizer).pdf
Download (325kB)
L011211045-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 14 April 2028.
Download (873kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Rumput laut merupakan komoditas pesisir penting secara ekologi dan ekonomi, namun produktivitasnya di Kepulauan Spermonde menurun drastis akibat serangan penyakit ice-ice, pencemaran, dan dampak perubahan iklim. Upaya mitigasi memerlukan keterlibatan masyarakat yang diukur melalui pendekatan ekonomi lingkungan Willingness to Accept (WTA). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai WTA masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan perairan, mengidentifikasi bentuk kompensasi yang diterima, serta menganalisis faktor sosial ekonomi yang memengaruhinya di Kepulauan Spermonde. Metode. Penelitian menggunakan metode Contingent Valuation Method (CVM) dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner kepada 100 responden petani rumput laut di Pulau Salemo, Sabangko, Sagara, dan pesisir Kassi Kebo. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh umur, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan terhadap nilai WTA. Hasil. Responden didominasi kelompok usia 31–40 tahun dan 41–50 tahun (masing-masing 25%), seluruhnya laki-laki (100%), dengan pendidikan mayoritas SD (30%). Mayoritas memiliki 4–7 anggota keluarga (80%) dan berpendapatan Rp5.000.000–Rp10.000.000 per siklus (37%). Sebanyak 80% responden bersedia menerima kompensasi dengan rata-rata WTA sebesar Rp532.000 per orang per siklus. Sebagian besar responden (29%) memilih rentang kompensasi Rp300.000–Rp500.000 per siklus. Hasil regresi menunjukkan bahwa variabel umur (p = 0,683), pendidikan (p = 0,648), anggota keluarga (p = 0,952), dan pendapatan (p = 0,347) tidak berpengaruh signifikan terhadap besaran WTA. Kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan responden dalam menentukan kompensasi bersifat independen dan lebih dipengaruhi oleh faktor non-ekonomi seperti kesadaran akan keberlanjutan ekosistem. Nilai WTA yang moderat mencerminkan sikap realistis petani dalam menjaga sumber penghidupan mereka. Strategi pelestarian lingkungan perlu diarahkan pada mekanisme pendanaan berbasis komunitas dan peningkatan edukasi ekologis.
Keyword : Willingness to Accept, Contingent Valuation Method, rumput laut, Kepulauan Spermonde.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Willingness to Accept, Contingent Valuation Method, seaweed farming, Spermonde Archipelago. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 06:51 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 06:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55268 |
