JUANDA, MUHAMMAD FAHRI (2025) Analisis Food Supply Chain Network (FSCN) dan Supply Chain Operations Reference (SCOR) dalam Menganalisis Rantai Pasok Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan = Analysis of Food Supply Chain Network (FSCN) and Supply Chain Operations Reference (SCOR) in Analyzing Lime (Citrus aurantiifolia) Supply Chain in Pitu Riase Sub-District, Sidenreng Rappang District, South Sulawesi Province. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G021211071-0NY2yHwhekmU7VPj-20250814224154.jpeg
Download (203kB) | Preview
G021211071-1-2.pdf
Download (613kB)
G021211071-dp.pdf
Download (198kB)
G021211071-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 August 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Kecamatan Pitu Riase menjadi salah satu penghasil jeruk nipis yang terbesar di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil produksivitas pada 4 tahun terakhir yaitu tahun 2021 hingga 2024 di Kecamatan Pitu Riase tahun 2021 sebesar 400.000 kg/ha, tahun 2022 sebesar 405.000 kg/ha, tahun 2023 sebesar 385.714 kg/ha dan ditahun 2024 sebesar 379.070 kg/ha (BPS 2025). Hasil panen di Kecamatan Pitu Riase mengalami peningkatan yang signifikan yang dimana menarik untuk diketahui apa penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem rantai pasok jeruk nipis di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, menggunakan pendekatan Food Supply Chain Network (FSCN) dan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Penelitian ini menggunakan Analisis FSCN untuk mengidentifikasi struktur, manajemen, sumber daya, proses bisnis, dan target rantai pasok. Model SCOR digunakan untuk mengukur kinerja rantai pasok melalui indikator responsivitas, fleksibilitas, manajemen aset, biaya, dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur rantai pasok jeruk nipis di Kecamatan Pitu Riase melibatkan tiga aktor utama yaitu petani, pedagang besar, dan pedagang pengecer, dengan aliran produk, informasi, dan keuangan yang sudah terkoordinasi namun belum optimal. Karakteristik petani didominasi oleh kelompok usia produktif dengan pendidikan dasar dan luas lahan yang relatif sempit. Analisis SCOR mengindikasikan bahwa sebagian besar indikator kinerja rantai pasok masih berada di atas target optimal, kecuali pada aspek lead time dan kesesuaian standar. Hubungan antar pelaku bersifat informal dan berbasis kepercayaan, namun belum sepenuhnya didukung oleh sistem kontraktual atau kolaborasi yang terstruktur
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jeruk nipis, rantai pasok, FSCN, SCOR, Kecamatan Pitu Riase, Agribisnis. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 06:45 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 06:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55208 |
