Isolasi dan patogenitas cendawan Lasiodiplodia spp. yang berasosiasi dengan gejala mati ranting pada tanaman kakao tua. = Isolation and pathogenicity of Lasiodiplodia spp. associated with branch dieback symptoms in old cacao plant


RASYID, KURNIA (2025) Isolasi dan patogenitas cendawan Lasiodiplodia spp. yang berasosiasi dengan gejala mati ranting pada tanaman kakao tua. = Isolation and pathogenicity of Lasiodiplodia spp. associated with branch dieback symptoms in old cacao plant. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G061211068-NBUSclKR8jQVrxLy-20250818002455.jpg

Download (35kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G061211068-1-2.pdf

Download (361kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G061211068-dp.pdf

Download (215kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G061211068-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2028.

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Produktivitas kakao yang menurun ini disebabkan oleh tingginya intensitas serangan dari patogen penyebab penyakit pada tanaman kakao. Terdapat beberapa cendawan patogen penyebab penyakit yang paling merugikan pada buah kakao yang mampu memengaruhi produksi tanaman kakao yaitu Phytophthora spp., Colletotrichum gloesporioides, Moniliophthora reori, dan Lasiodiplodia theobromae. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cendawan Lasiodiplodia sp. yang berasosiasi dengan gejala mati ranting pada tanaman kakao tua klon MCC 01 dan patogenitasnya dalam menimbulkan penyakit. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan isolasi pada ranting kakao bergejala kemudian dilanjutkan dengan metode uji in vivo berupa uji daun, uji bibit dan uji in vitro berupa uji suhu yang disusun dalam rancangan acak lengkap. Hasil. Hasil yang diperoleh dari isolasi dan identifikasi dari ranting tanaman kakao bergejala yaitu adanya 9 isolat cendawan yang merupakan Lasiodiplodia sp. dengan kode isolat K1(1), K1(2), K1(3), K1(4), K1(5), K1(6), K1(7), K1(8) dan K1(9). Uji daun menunjukkan bahwa kesembilan isolat patogenitas terhadap daun kakao dengan respons agresivitas yang berbeda dan isolat yang paling agresif adalah K1(2), K1(3) dan K1(5). Pada uji bibit yang menggunakan 4 isolat (2 isolat dengan tingkat agresivitas tertinggi dan 1 isolat dengan agresivitas terendah pada uji daun) menunjukkan bahwa seluruh isolat virulen dan agresif dalam menimbulkan penyakit hingga menyebabkan kematian pada bibit kakao yang menunjukkan bahwa isolat yang paling virulen adalah K1(3). Pada uji suhu hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh isolat yang digunakan dapat tumbuh secara optimal pada suhu 25-35 °C dengan pertumbuhan paling cepat pada suhu 30 °C. Kesimpulan. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa pada suhu yang optimal, sembilan isolat cendawan asal kakao klon MCC 01 bergejala mati ranting merupakan patogen dari gejala mati ranting dengan tingkat agresivitas yang berbeda dan mampu menyebabkan mortalitas pada tanaman kakao.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: agresivitas; mortalitas; uji daun; uji suhu.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Proteksi Tanaman
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 20 Apr 2026 01:51
Last Modified: 20 Apr 2026 01:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55204

Actions (login required)

View Item
View Item