HUBUNGAN KADAR TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA 1 (TGF-b1) PERAWATAN HARI PERTAMA DENGAN PERUBAHAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT = ASSOCIATION OF TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA 1 (TGF-Β1) LEVELS ON THE FIRST DAY OF HOSPITALIZATION WITH COGNITIVE FUNCTION CHANGES IN PATIENTS WITH ACUTE ISCHEMIC STROKE


ZULKIFLI, ZULKIFLI (2025) HUBUNGAN KADAR TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA 1 (TGF-b1) PERAWATAN HARI PERTAMA DENGAN PERUBAHAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT = ASSOCIATION OF TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA 1 (TGF-Β1) LEVELS ON THE FIRST DAY OF HOSPITALIZATION WITH COGNITIVE FUNCTION CHANGES IN PATIENTS WITH ACUTE ISCHEMIC STROKE. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C155212003-iSq9r8LjaCoBFuYH-20251001111503.jpg

Download (420kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C155212003-1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C155212003-dp.pdf

Download (95kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C155212003-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 September 2027.

Download (10MB)

Abstract (Abstrak)

Gangguan kognitif merupakan komplikasi yang sering namun kurang dikenali pada stroke iskemik akut, yang berdampak besar terhadap prognosis dan kualitas hidup. Transforming Growth Factor Beta 1 (TGF- β1) adalah sitokin pleiotropik yang berperan dalam neuroinflamasi, neuroproteksi, dan plastisitas neuronal, sehingga berpotensi menjadi biomarker luaran kognitif pasca-stroke. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional (kasus– kontrol) ini dilakukan di tujuh rumah sakit rujukan di Makassar, Indonesia, mulai Januari 2025. Pasien dewasa dengan stroke iskemik akut direkrut secara konsekutif; fungsi kognitif dinilai menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-INA), dan kadar serum TGF-β1 diukur dengan imunouji. Hasil : Sebanyak 57 pasien (usia rata-rata 58,25 ± 9,19 tahun) diikutsertakan, dengan 66,7% mengalami gangguan kognitif saat masuk perawatan. Kadar rata- rata TGF-β1 secara bermakna lebih rendah pada pasien dengan gangguan kognitif dibandingkan pasien dengan fungsi kognitif normal pada hari ke-1 (523,65 vs. 998,32 pg/mL; p = 0,020) dan hari ke-30 (482,19 vs. 1024,20 pg/mL; p = 0,007). Tidak ditemukan korelasi antara kadar TGF-β1 dan skor MoCA-INA pada hari ke-1 (r = 0,020; p = 0,884), namun ditemukan korelasi positif yang signifikan pada hari ke-30 (r = 0,371; p = 0,005). Kadar TGF-β1 yang lebih tinggi juga berhubungan dengan peningkatan skor MoCA-INA selama 30 hari (ΔMoCA- INA) (r = 0,353; p = 0,007). Kesimpulan :Temuan ini menunjukkan bahwa kadar serum TGF-β1 yang lebih rendah berhubungan dengan gangguan kognitif pada pasien stroke iskemik akut, sedangkan kadar yang lebih tinggi memprediksi luaran kognitif yang lebih baik dan pemulihan yang lebih besar, mendukung potensi TGF-β1 sebagai biomarker prognostik untuk fungsi kognitif pasca-stroke.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: stroke iskemik; gangguan kognitif; TGF-β1; biomarker; MoCA-INA
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 20 Apr 2026 00:21
Last Modified: 20 Apr 2026 00:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55194

Actions (login required)

View Item
View Item