Persyaratan Ekspor Udang Mantis Bebas White Spot Syndrome Virus (WSSV) dari Indonesia ke Malaysia = Requirements for the Export of White Spot Syndrome Virus (WSSV)–Free Mantis Shrimp from Indonesia to Malaysia


ADHISTY, ANDREANA (2028) Persyaratan Ekspor Udang Mantis Bebas White Spot Syndrome Virus (WSSV) dari Indonesia ke Malaysia = Requirements for the Export of White Spot Syndrome Virus (WSSV)–Free Mantis Shrimp from Indonesia to Malaysia. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
C024241058-uV0R7FcDdgWnsqie-20260122213542.jpeg

Download (47kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C024241058-1-2.pdf

Download (421kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C024241058-dp.pdf

Download (382kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
C024241058-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Udang mantis (Squilla mantis) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi besar untuk pasar ekspor, termasuk ke Malaysia. Namun, perdagangan krustasea memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran White Spot Syndrome Virus (WSSV) yang dapat menyebabkan penolakan ekspor dan kerugian ekonomi. Oleh karena itu, penerapan tindakan karantina yang mencakup pemeriksaan administratif, fisik, dan laboratoris menjadi aspek penting dalam menjamin kesehatan media pembawa. Tugas akhir ini bertujuan untuk menguraikan persyaratan ekspor udang mantis bebas WSSV melalui penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) serta pemeriksaan laboratorium menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional melalui observasi langsung, wawancara dengan petugas karantina, serta partisipasi dalam pelaksanaan tindakan karantina dan pengujian PCR WSSV. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 280 ekor udang mantis yang diekspor dinyatakan negatif terhadap WSSV berdasarkan hasil uji PCR yang dituangkan dalam Laporan Hasil Uji (LHU). Hasil tersebut menjadi dasar penetapan status kesehatan media pembawa, penerapan tindakan karantina berupa pembebasan, serta penerbitan Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan (KI-1). Pemeriksaan PCR WSSV yang didukung penerbitan LHU serta penerapan CKIB berperan penting dalam mencegah masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) serta mendukung kelancaran kegiatan ekspor udang mantis ke Malaysia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: udang mantis, WSSV, PCR, karantina ikan, ekspor
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 15 Apr 2026 07:49
Last Modified: 15 Apr 2026 07:49
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55170

Actions (login required)

View Item
View Item