KHATIMAH, ANDI NURUL (2025) Viral Nervous Necrosis pada Ikan Hias dengan Metode Polymerase Chain Reaction di Balai Perikanan dan Budidaya Air Payau Takalar, Sulawesi Selatan = Viral Nervous Necrosis in Ornamental Fish Using the Polymerase Chain Reaction Method at the Brackishwater Aquaculture and Fisheries Center, Takalar, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C024241051-RxvW2oZjmUuNqnIp-20260123090145.jpeg
Download (270kB) | Preview
C024241051-1-2.pdf
Download (301kB)
C024241051-dp.pdf
Download (193kB)
C024241051-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 December 2027.
Download (661kB)
Abstract (Abstrak)
Indonesia merupakan salah satu eksportir ikan hias terbesar di dunia. Meningkatnya perdagangan perikanan berpotensi menyebarkan hama dan penyakit ikan, termasuk infeksi Viral Nervous Necrosis (VNN) yang tergolong HPIK Golongan I. Pemantauan awal menggunakan metode PCR penting dilakukan karena mampu mengidentifikasi virus secara cepat dan akurat bahkan sebelum munculnya gejala klinis. Penyakit VNN disebakan oleh Betanodavirus dari family Nodaviridae yang dapat menyerang sistem saraf pusat, retina mata, serta organ reproduksi. Gejala klinis pada ikan yang terinfeksi VNN antara lain adalah perilaku berenang memutar (whirling), berenang dengan posisi terbalik, berdiam di dasar seolah mati, serta perubahan warna tubuh menjadi lebih gelap. Metode prosedur yang dilaksanakan di BPBAP Takalar untuk mendeteksi VNN pada ikan hias dilakukan dengan PCR melalui tahapan antaralain preparasi sampel, ekstraksi RNA dan analisis elektroforesis. Hasil PCR menunjukkan pita DNA 294 bp pada kontrol positif dan pada salah satu sampel (S1), menandakan sampel tersebut positif VNN, sedangkan dua sampel lainnya (S2 dan S3) (sesuai standar SNI 7546.1:2015). Ikan yang positif tidak memperlihatkan gejala klinis, menandakan infeksi subklinis atau keberadaan ikan sebagai carrier. Strategi utama pengendalian VNN berfokus pada pencegahan melalui biosekuriti yang ketat, manajemen pemeliharaan yang baik, vaksinasi, serta prosedur karantina dan disinfeksi. Oleh karena itu, penerapan protokol pencegahan yang tepat dan dukungan diagnostik laboratorium menjadi kunci dalam menekan risiko penyebaran penyakit ini dalam kegiatan budidaya ikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikan Hias, PCR, Viral Nervous Necrotic |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 07:05 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 07:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55166 |
