Sindrom Cushing (Hiperadrenokortisisme) Pada Anjing Di Klinik Hewan Cinta Satwa Surabaya = Cushing's Syndrome (Hyperadrenocorticism) in Dogs at Cinta Satwa Animal Clinic, Surabaya


NURSAKILAH, TIFANI (2026) Sindrom Cushing (Hiperadrenokortisisme) Pada Anjing Di Klinik Hewan Cinta Satwa Surabaya = Cushing's Syndrome (Hyperadrenocorticism) in Dogs at Cinta Satwa Animal Clinic, Surabaya. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
C024241037-v25DxG0E7laQ8tXN-20260123091647.png

Download (26kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C024241037-1-2.pdf

Download (321kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C024241037-dp.pdf

Download (179kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
C024241037-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 January 2028.

Download (681kB)

Abstract (Abstrak)

Sindrom Cushing (hiperadrenokortisisme) merupakan salah satu penyakit endokrin yang sering terjadi pada anjing usia paruh baya hingga tua, ditandai dengan peningkatan kadar kortisol kronis yang menimbulkan berbagai perubahan metabolik, dermatologis, dan sistemik. Laporan kasus ini membahas seekor anjing betina ras Maltese bernama Lady berusia 9 tahun yang dibawa ke Klinik Hewan Cinta Satwa Surabaya untuk kontrol rutin diabetes melitus. Pada pemeriksaan fisik ditemukan alopesia simetris, kulit menipis dengan kemerahan, serta kenaikan berat badan dari 2,7 kg menjadi 2,9 kg. Pemeriksaan kimia darah menunjukkan hiperglikemia berat (504 mg/dL) sesuai dengan riwayat diabetes, sedangkan kadar cTT4 normal (2,94 µg/dL) sehingga hipotiroidisme dapat disingkirkan. Hasil Low Dose Dexamethasone Suppression Test (LDDST) menunjukkan kadar kortisol tetap tinggi sebelum (28,30 µg/dL) dan sesudah uji (27,50 µg/dL), yang menegaskan adanya hiperkortisolisme. Berdasarkan temuan klinis dan laboratorium, Lady didiagnosa menderita sindrom Cushing disertai kondisi Diabetes Melitus. Terapi yang diberikan adalah Trilostane untuk menekan produksi kortisol, serta insulin dan Acarbose untuk mengontrol hiperglikemia. Evaluasi terapi pada hari ke-14 menunjukan adanya perkembangan kondisi yang lebih baik dari pasien, kemeran dan ruam pada kulit yang berkurang dan berat badan yang cenderung stabil. Prognosis pada kasus ini adalah dubia ad bonam, dengan catatan diperlukan pemantauan jangka panjang terhadap kadar kortisol dan glukosa darah serta respons klinis terhadap terapi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Sindrom Cushing, Hiperardenokortisisme, LDDST, Penanganan
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 15 Apr 2026 02:38
Last Modified: 15 Apr 2026 02:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55144

Actions (login required)

View Item
View Item