DAMPAK KEBIJAKAN RENEWABLE ENERGY DIRECTIVE I, II, III UNI EROPA TERHADAP EKSPOR BIOFUEL INDONESIA = THE IMPACT OF THE EUROPEAN UNION'S RENEWABLE ENERGY DIRECTIVE I, II, III POLICIES ON INDONESIA'S BIOFUEL EXPORTS


RAMADHAN, MUHAMMAD FAHRI (2025) DAMPAK KEBIJAKAN RENEWABLE ENERGY DIRECTIVE I, II, III UNI EROPA TERHADAP EKSPOR BIOFUEL INDONESIA = THE IMPACT OF THE EUROPEAN UNION'S RENEWABLE ENERGY DIRECTIVE I, II, III POLICIES ON INDONESIA'S BIOFUEL EXPORTS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
E061211052-DaXQeTtoVBJnrbwh-20250528163159.jpg

Download (286kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E061211052-1-2.pdf

Download (399kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E061211052-dp.pdf

Download (581kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
E061211052-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 May 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk dapat melakukan analisis mengenai dampak kebijakan Renewable Energy Directive (RED) I, II, dan III Uni Eropa terhadap ekspor biofuel Indonesia, khususnya produk berupa biodiesel yang berasal dari kelapa sawit, serta strategi mitigasi yang diambil oleh Indonesia. Menggunakan konsep perdagangan internasional dan proteksionisme modern sebagai alat analisis, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana regulasi lingkungan Uni Eropa memengaruhi akses pasar biofuel Indonesia dan rantai pasok domestik. Data diperoleh melalui studi literatur dari jurnal ilmiah, laporan statistik, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan RED menyebabkan penurunan signifikan dalam volume dan nilai ekspor biodiesel ke Uni Eropa, dengan nilai ekspor turun dari USD 866 juta pada tahun 2017 menjadi USD 362 juta pada tahun 2023. Selain itu, kebijakan ini berdampak luas terhadap stabilitas industri kelapa sawit, termasuk tekanan ekonomi terhadap petani kecil dan tenaga kerja di sektor perkebunan. Sebagai respons, Indonesia mengambil langkah mitigasi melalui peningkatan kekuatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), diversifikasi pasar ekspor, dan diplomasi perdagangan internasional melalui forum seperti ASEAN-Uni Eropa, World Trade Organization (WTO), dan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun RED memiliki tujuan positif untuk mempromosikan energi terbarukan, kebijakan ini juga menciptakan tantangan besar bagi industri biofuel Indonesia. Namun, strategi mitigasi yang diambil dapat membantu meningkatkan daya saing produk biofuel Indonesia di pasar global.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Renewable Energy Directive (RED), Biofuel, Minyak Kelapa Sawit, Perdagangan Internasional, EU, WTO, ISPO.
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 15 Apr 2026 02:22
Last Modified: 15 Apr 2026 02:22
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55140

Actions (login required)

View Item
View Item