I IQBAL, GHINA RIZQI I (2026) Pemeriksaan PCR White Spot Syndrom Virus (WSSV) Pada Tindakan Karantina Kegiatan Ekspor Kepiting Bakau di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan (BBKHIT) Sulawesi Selatan = PCR-Based Detection of White Spot Syndrome Virus (WSSV) in Mud Crab Export Quarantine Protocols at the South Sulawesi Center for Animal, Fish, and Plant Quarantine. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C024241013-G3eVtfqAYEkcWLZd-20260122212711.jpeg
Download (82kB) | Preview
C024241013-1-2.pdf
Download (142kB)
C024241013-dp.pdf
Download (173kB)
C024241013-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Kepiting bakau merupakan salah satu jenis komoditas laut yang menunjukkan peningkatan permintaan ekspor, terutama dari negara-negara di Asia, salah satunya China. Dalam kegiatan ekspor kepiting bakau, perlu dilakukan tindakan karantina sebagai bentuk pencegahan tersebarnya HPIK (Hama Penyakit Ikan Karantina) kepiting bakau yaitu WSSV dan pemanfaatan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk meminimalisir adanya virus pada komoditas dalam kegiatan ekspor. Tujuan penulisan ini untuk mengatahui peran pemeriksaan PCR WSSV pada tindakan karantina dan mengetahui tindakan karantina pada kegiatan ekspor kepiting bakau ke China di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Sulawesi Selatan. Tindakan karantina kepiting bakau dilakukan dengan pemeriksaan dokumen, fisik, dan pengamatan uji laboratoris PCR WSSV sebagai penerapan CKIB. Hasil pemeriksaan dokumen dinyatakan sesuai dengan jenis dan jumlah produk. Hasil pemeriksaan fisik dinyatakan sesuai syarat ukuran dan tidak dalam kondisi bertelur. Hasil uji PCR WSSV dalam penerapan CKIB menunjukkan negatif yang dianggap mampu menekan penyebaran penyakit virus. Pemeriksaan PCR berperan dalam penerapan CKIB dan alur tindakan karantina yang dilakukan di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Sulawesi Selatan sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (PERMENKP) No. 7 Tahun 2024. Berdasarkan hasil tindakan karantina, media pembawa kepiting bakau milik CV. Multi Sejahtera telah memenuhi persyaratan sehingga diterbitkan Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan Ekspor (KI-1).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekspor, Karantina, Kepiting Bakau |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 00:17 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 00:17 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55113 |
