KHUTBAL, MUHAMMAD (2025) Pengaruh Pengalaman Beternak, Intensitas Penyuluhan dan Jarak Rumah dari Layanan Inseminasi Buatan terhadap Kecepatan Adopsi Inseminasi Buatan di Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone = The Influence of Farming Experience, Extension Intensity, and Distance from Artificial Insemination Services on the Adoption Rate of Artificial Insemination in Cellu Subdistrict, Tanete Riattang Timur District, Bone Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
I011211038-2ogkTYs65Sb4dXFQ-20250819141822.jpeg
Download (103kB) | Preview
I011211038-1-2.pdf
Download (258kB)
I011211038-dp.pdf
Download (185kB)
I011211038-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Sapi potong merupakan jenis sapi pedaging yang banyak dikembangkan dan diusahakan peternak di Indonesia dengan hasil utamanya adalah daging. Seiring dengan semakin meningkat dan bertambahnya penduduk dan kesejahteraan masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga, permintaan akan kebutuhan protein yang berasal dari ternak semakin meningkat pula. Pemerintah di Indonesia telah menerapkan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan daging secara nasional dengan mendorong adopsi teknologi Inseminasi Buatan (IB) sebagai solusi atas kendala yang dihadapi dalam proses pembibitan, mengingat kelemahan yang terlihat dalam praktik konvensional secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman beternak, intensitas penyuluhan dan jarak rumah dari layann Inseminasi buatan terhadap kecepatan adopsi Inseminasi Buatan (IB) di Kelurahan Celu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif yaitu suatu jenis penelitian yang menggambarkan pengaruh variabel intensitas penyuluhan, pengalaman, dan pendidikan terhadap kecepatan adopsi teknologi (IB). dalam penelitian ini, sampel yang diambil yaitu semua peternak yang telah mengadopsi Inseminasi Buatan (IB) yang berjumlah 77 peternak. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman beternak berpengaruh terhadap kecepatan adopsi IB. Hal ini dikarenakan peternak berpengalaman cenderung lebih aktif mencari informasi dan tidak ragu berkonsultasi dengan petugas atau sesama peternak jika mengalami kendala dalam penerapan teknologi. Intensitas penyuluhan tidak berpengaruh signifikan dipengaruhi oleh waktu yang tidak sesuai dan peternak dapat memperoleh informasi melalui media sosial. Sedangkan Jarak rumah dari Layanan IB berpengaruh signifikan terhadap kecepatan adopsi. Meskipun sebagian peternak tinggal cukup jauh dari lokasi layanan, mereka tetap memilih menggunakan IB karena keterbatasan kepemilikan pejantan, sehingga IB menjadi solusi yang paling efisien. Sehingga jarak geografis bukan satu-satunya faktor penentu dalam keberhasilan adopsi IB
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | artificial insemination, extension, experience, distance from services |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Peternakan > Peternakan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 05:29 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 05:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55078 |
