SYAMSYAHRIANI, SYAMSYAHRIANI (2025) ISOLASI DAN PATOGENITAS CENDAWAN Lasiodiplodia spp. YANG BERASOSIASI DENGAN GEJALA MATI RANTING PADA TANAMAN KAKAO MUDA = ISOLATION AND PATHOGENICITY OF Lasiodiplodia spp. FUNGI ASSOCIATED WITH DIEBACK SYMPTOMS ON YOUNG CACAO PLANT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G061211034-uL5FeabtAmI7hGX0-20250817221622.jpg
Download (796kB) | Preview
G061211034-1-2.pdf
Download (397kB)
G061211034-dp.pdf
Download (450kB)
G061211034-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 July 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Lasiodiplodia adalah genus cendawan yang berasal dari famili Botryosphaeriaceae. Genus ini merupakan jenis genus patogen yang tersebar luas dan dapat menyebabkan penyakit pada berbagai tanaman. Salah satu spesies yang paling terkenal dari genus cendawan ini yaitu L. theobromae yang dapat menyerang hingga 500 tanaman inang. L. theobromae yang menyerang tanaman kakao dapat menimbulkan penyakit, salah satu gejalanya yaitu mati ranting (dieback). Gejala penyakit yang khas akan terlihat pada tanaman kakao yang terinfeksi seperti daun menguning kemudian mengering dan jika batang serta ranting dibelah akan terlihat berkas cokelat pada jaringan vaskular. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cendawan Lasiodiplodia spp. yang memiliki tingkat patogenitas terhadap tanaman kakao. Metode. Penelitian dilakukan dengan melakukan isolasi pada ranting tanaman kakao bergejala mati ranting, kemudian dilakukan pengujian dengan metode uji daun, uji suhu, dan uji patogenitas bibit kakao yang disusun dalam rancangan acak lengkap. Hasil. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini terdapat tujuh isolat cendawan di antaranya lima isolat merupakan Lasiodiplodia spp. dengan kode R1(1), R1(2), R1(3), R1(4), R1(5) dan dua isolat merupakan Diaporthe sp. dengan kode R1(6) dan R1(7). Pada pengamatan uji suhu, pertumbuhan miselium berkembang dengan baik pada suhu optimal 2530 C dan pertumbuhan tercepat terlihat pada suhu 30 C. Pada metode uji daun menunjukkan bahwa tujuh isolat yang digunakan memiliki tingkat virulensi yang berbeda-beda, sedangkan pada uji bibit menunjukkan tingkat agresifitas tertinggi pada perlakuan R1(3) dengan laju serangan tercepat dari satu minggu setelah isolasi (MSI) sampai empat MSI. Kesimpulan. Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh bahwa Lasiodiplodia spp. dapat berperan penting sebagai patogen utama dari gejala mati ranting yang diamati dari pengujian yang telah dilakukan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pertumbuhan miselium; uji daun; uji suhu; virulensi |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Proteksi Tanaman |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 03:51 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 03:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55073 |
