USMAN, HALIM (2026) DEKONSTRUKSI AKUNTABILITAS PUBLIK PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR DENGAN MENGADOPSI KEARIFAN LOKAL TANA LUWU DALAM BINGKAI PEMIKIRAN PIERRE BOURDIEU = DECONSTRUCTING PUBLIC ACCOUNTABILITY IN INFRASTRUCTURE FINANCING THROUGH THE INTEGRATION OF TANA LUWU’S LOCAL WISDOM WITHIN PIERRE BOURDIEU’S THEORETICAL FRAMEWORK. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
A023201012-Cover.jpg
Download (98kB) | Preview
A023201012-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (853kB)
A023201012-dp(FILEminimizer).pdf
Download (338kB)
A023201012-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 8 April 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi model akuntabilitas publik pembiayaan infrastruktur dengan mengadopsi kearifan lokal Tana Luwu dalam bingkai pemikiran Pierre Boudieu. Focus penelitian ini adalah melakukan dekonstruksi terhadap teori tangga akuntabilitas Stewart (1984) dengan mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah toddopuli temmalara (adele’, lempu, tongeng, getteng). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma postmodernisme, objek penelitian di Pemerintah Daerah Kota Palopo dan Kedatuan Luwu. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan aktor dari ranah birokrasi, ranah adat dan budaya, ranah akademik, dan kontraktor, observasi partisipatif terhadap aktivitas pengusulan infrastruktur, serta studi dokumentasi berupa laporan kinerja Pemerintah Kota Palopo. Analisis data dilakukan secara iteratif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber, metode, dan peneliti untuk memastikan validitas dan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui dekonstruksi, ditambahkan satu anak tangga akuntabilitas, yaitu akuntabilitas kolektif yang bersifat timbal balik (horizontal) untuk melengkapi model Stewart yang vertikal. Berakar pada nilai sipakainge (saling mengingatkan), sipakalebbi (saling menghormati), dan sipakatau (saling memanusiakan) sebagai habitus aktor. Dengan menggunakan kacamata Pierre Bourdieu, model ini bertujuan mengubah Habitus. Nilai-nilai ini terinternalisasi dalam diri birokrat, sehingga kejujuran bukan lagi paksaan aturan, melainkan karakter otomatis. Hasil akhirnya adalah legitimasi kelembagaan yang jauh lebih mapan karena berakar pada nilai yang dihormati masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa kearifan lokal mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan modern. Namun, terdapat keterbatasan seperti terfokus spesifik pada Kota Palopo dan Tana Luwu, sehingga generalisasi ke konteks budaya lain mungkin terbatas. Penelitian ini orisinal karena mengembangkan konsep akuntabilitas publik dengan mengintegrasikan nilai-nilai falsafah toddopuli temmalara pada teori tangga akuntabilitas Stewart, serta menggunakan pendekatan postmodernisme untuk mendekonstruksi teori tangga akuntabilitas tersebut. Temuan ini menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan akuntabilitas publik di daerahnya masing-masing.
Keyword : Akuntabilitas Publik, Teori Tangga Akuntabilitas, Falsafah Toddopuli Temmalara, Pierre Bourdieu, Paradigma Postmodernisme.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akuntabilitas Publik, Teori Tangga Akuntabilitas, Falsafah Toddopuli Temmalara, Pierre Bourdieu, Paradigma Postmodernisme. |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ekonomi > Ilmu Akuntasi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 01:54 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 01:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55056 |
