HARMAN, PARAMITHA PUSPASARI (2025) HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN DAN BERAT BADAN DENGAN KUALITAS HIDUP (WOMAC SKOR) PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO DAN RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR = THE ASSOCIATION OF AGE, GENDER AND BODY WEIGHT WITH QUALITY OF LIFE (WOMAC SCORE) IN PATIENTS WITH KNEE OSTEOARTHRITIS AT RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO AND HASANUDDIN UNIVERSITY HOSPITAL MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C015202018-jdQOCum942xRGJMc-20251002143601.jpg
Download (382kB) | Preview
C015202018-1-2.pdf
Download (310kB)
C015202018-dp.pdf
Download (216kB)
C015202018-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 September 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Background: Osteoartritis lutut merupakan penyakit sendi degeneratif dan bersifat kronis dimana jenis kelamin, usia, dan berat badan merupakan faktor risiko utama yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup pasien dengan OA lutut. Ketiganya bukan hanya berperan dalam perkembangan dan keparahan OA lutut, tetapi juga memengaruhi persepsi nyeri, keterbatasan aktivitas, serta respons terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin dan berat badan dengan WOMAC skor pada penderita osteoartritis lutut. Material and Methods: Penelitian ini melibatkan 138 pasien OA lutut di poliklinik rawat jalan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan RS Universitas Hasanuddin. Kualitas hidup pasien diukur menggunakan Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) skor. Results: dari 138 pasien yang menderita OA lutut 27 (19.6%) memilki kualitas baik dan 111 pasien (80.4%) memiliki kualitas hidup yang buruk. Pasien dengan berat badan lebih memiliki peluang 8,170 kali lebih besar memilki WOMAC skor yang buruk dibandingkan pasien dengan berat badan normal (p < 0,001; 95% CI: 3,196–20,883). Pasien OA lutut kurang dari 60 tahun dan berjenis kelamin perempuan memiliki peluang 3,524 kali lebih besar untuk memilki WOMAC skor yang buruk dibandingkan laki-laki (OR = 3,524; p = 0,035; 95% CI: 1,056–11,762). Pasien OA lutut kurang dari 60 tahun dengan berat badan lebih memiliki peluang 9 kali lebih besar memilki WOMAC skor yang buruk dibandingkan pasien dengan IMT normal (OR = 9,000; p = 0,000; 95% CI: 2,437–33,244). Pasien OA lutut lebih dari 60 tahun dan obesitas memiliki peluang 12,222 kali lebih besar mengalami WOMAC skor yang buruk dibandingkan pasien dengan IMT normal (OR = 12,222; p = 0,000; 95% CI: 2,433–61,402). Conclusion: Penelitian ini menunjukkan bahwa kelebihan berat badan merupakan faktor risiko independent terhadap WOMAC skor yang buruk dan keparahan gejala pada pasien OA lutut. Hasil ini menekankan perlunya intervensi khusus bagi pasien OA lutut yang mengalami berat badan lebih, seperti diet, latihan fisik, dan konseling nutrisi, guna mencegah gangguan kualitas hidup.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Osteoarthritis lutut, WOMAC skor, kualitas hidup |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 01:28 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 01:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55013 |
