HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN ACUTE RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME (ARDS) DENGAN INFEKSI JAMUR PADA PASIEN DENGAN VENTILASI MEKANIK DI UNIT PERAWATAN INTENSIF RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR = Correlation Between Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) And Fungal Infection In Mechanically Ventilated Patients In The Intensive Care Unit At Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar


TAWA, PUANGKA ISTAM R (2025) HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN ACUTE RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME (ARDS) DENGAN INFEKSI JAMUR PADA PASIEN DENGAN VENTILASI MEKANIK DI UNIT PERAWATAN INTENSIF RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR = Correlation Between Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) And Fungal Infection In Mechanically Ventilated Patients In The Intensive Care Unit At Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C135201012-Vs7e9tiOwPblQ5Rk-20251002161148.png

Download (148kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C135201012-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C135201012-dp.pdf

Download (381kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C135201012-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang Pasien kritis di ICU, terutama yang menggunakan ventilasi mekanik, memiliki risiko tinggi mengalami infeksi jamur invasif (IFI) akibat penggunaan antibiotik spektrum luas, kondisi imunosupresi, dan penggunaan alat invasif. Infeksi ini, yang umumnya disebabkan oleh spesies Candida, Aspergillus, dan Cryptococcus, memiliki angka kematian yang tinggi (misalnya, 47% pada kandidemia) serta sering muncul dengan gejala tidak spesifik yang dapat menyerupai infeksi bakteri, sehingga diagnosis dini menjadi sulit dan berpotensi menimbulkan terapi antijamur empiris yang tidak perlu serta resistensi antijamur. Di sisi lain, Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) merupakan komplikasi yang sering dan mengancam nyawa pada pasien ICU, khususnya yang menggunakan ventilator, dengan angka mortalitas yang tinggi (17-46%) dan sering berkembang menjadi Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS). Kedua kondisi tersebut memerlukan diagnosis dini dan tepat untuk meningkatkan luaran pasien. Namun, hubungan langsung antara IFI dan ARDS pada pasien dengan ventilasi mekanik, khususnya di Indonesia, masih belum banyak diteliti, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami asosiasi kritis ini. Metode Penelitian ini menggunakan desain observasional potong lintang di ruang ICU selama sekitar 6 bulan pada pasien yang mendapatkan ventilasi mekanik. Rekrutmen peserta dilakukan dengan teknik total sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode semi-kuantitatif dari saluran napas bawah melalui penghisapan sputum. Sampel ini kemudian diperiksa secara mikroskopis langsung menggunakan kalium hidroksida 10% dan PCR. Analisis gas darah dilakukan untuk menentukan rasio PaO₂/FiO₂ sebagai dasar diagnosis ARDS menurut kriteria Berlin. Data deskriptif disajikan dalam bentuk tabel atau grafik, dengan data kategorik dilaporkan sebagai jumlah dan persentase. Analisis dilanjutkan menggunakan uji Fisher exact. Hasil Lebih dari setengah subjek berusia ≥50 tahun (58,9%) dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (76,5%). Lama perawatan di rumah sakit cenderung panjang, dengan 91,1% pasien dirawat selama ≥7 hari. Secara klinis, sebagian besar pasien berkembang menjadi ARDS (61,8%) dan hampir seluruhnya (91,1%) menerima terapi antibiotik. Tanda-tanda infeksi sistemik juga banyak ditemukan, seperti tingginya kejadian leukositosis (70,6%) dan pneumonia berdasarkan radiografi toraks (52,9%). Pemeriksaan mikroskopis langsung menggunakan metode KOH menemukan adanya hifa dengan atau tanpa spora pada 61,8% pasien. Angka kematian tetap tinggi, yakni sebesar 61,8%, yang mencerminkan kemungkinan kontribusi kondisi infeksi berat dan komplikasi sistemik yang menyertainya. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian infeksi jamur dengan ARDS (p = 0,038) Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien dengan ventilasi mekanik adalah laki-laki usia ≥50 tahun, mengalami lama rawat yang panjang (≥7 hari), serta memiliki angka kematian tinggi (61,8%). Karakteristik pasien seperti usia, jenis kelamin, dan penggunaan antibiotik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan ARDS ataupun infeksi jamur saluran napas bawah. Namun, terdapat hubungan signifikan antara temuan mikroskopis hifa/spora dan kejadian ARDS, yang menyiratkan bahwa infeksi jamur dapat menjadi indikator potensial adanya inflamasi paru berat pada pasien kritis tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Acute Respiratory Distress Syndrome, Fungal Infection, Mechanically Ventilated, Intensive Care Unit
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 13 Apr 2026 00:50
Last Modified: 13 Apr 2026 00:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55011

Actions (login required)

View Item
View Item